terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Mentan Ungkap Tengkulak Bisa Raup Rp 42 T, Tidak Adil Buat Petani - my blog
Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Foto: Dok. Istimewa
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengatakan bahwa tengkulak beras berpotensi mengantongi untung mencapai Rp 42 triliun jika mengacu pada potensi produksi beras yang mencapai 21 juta ton pada periode Januari hingga April 2025.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras untuk konsumsi pangan masyarakat Indonesia pada periode Januari hingga Juli 2025 diperkirakan mencapai 21,76 juta ton gabah kering giling (GKG).
Amran pun menjelaskan bahwa terdapat selisih Rp 2.000 per kilogram antara harga beras di tingkat penggilingan dan tingkat eceran atau grosir.
"(Produksi beras periode Januari-Juli) 21 juta ton dikali Rp 2.000 per kilogram (selisih harga), (jadi) Rp 42 triliun. Itu yang didapat middle man (di periode itu)," ucap Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta, Selasa (3/6).
Kata dia, jumlah tersebut tidak adil jika dibandingkan dengan pendapatan petani yang rata-rata hanya mencapai Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta per bulan.
"Jangan mempermainkan, kita setengah mati ini berproduksi, kita setengah mati bantu petani. (Petani) kerja banting tulang di lapangan selama 3 bulan 4 bulan bekerja keras, terus dipermainkan," sebut Amran.
Sebelumnya, BPS juga mencatat bahwa rata-rata harga beras di penggilingan berada di Rp 12.733 per kilogram pada Mei 2025. Harga tersebut turun tipis 0,01 persen secara bulanan dari bulan sebelumnya di harga Rp 12.634 per kilogram.
Amran Sulaiman mengungkap penyebab naiknya harga rata-rata beras eceran di tengah melimpahnya stok beras yang saat ini mencapai 4 juta ton dikarenakan adanya permainan harga yang dilakukan mafia beras.
"BPS mengatakan (harga rata-rata beras di tingkat penggilingan turun Mei 2025), artinya apa? Ada middle man yang mempermainkan, inilah terkadang kita sebut mafia," ucap Amran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar