terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Kepsek di Deli Serdang Diperas Rp 1 Juta oleh 3 Orang yang Ngaku Wartawan - my blog
Kepala Sekolah SD Negeri 101928 Rantau Panjang, Muhammad Saleh, di Kabupaten Deli Serdang, Sumut, diperas Rp 1 juta oleh 3 orang warga yang mengaku-ngaku sebagai wartawan.
Ketiga pelakunya adalah Despita Samaria (44), Raiyah (54), dan Amri (46). Ketiganya sudah ditangkap.
Kapolsek Beringin Iptu Hafiz Ansari menuturkan ketiganya bermodus mengancam korban dengan pemberitaan.
"Menggunakan berita yang sudah dinaikkan (ditayangkan) oleh tersangka Despita," kata Hafiz pada Senin (2/6).
"Satu di antaranya memiliki kartu pers, namun kami cek di website Dewan Pers tidak terdaftar," kata dia.
Hafiz bilang, aksi pemerasan ini bermula pada Senin (26/5). Saat itu, pelaku Despita menghubungi korban melalui saluran telepon dan mengatakan bahwa pelaku Despita mempunyai informasi bahwa korban melakukan pungli pentas seni di sekolahnya sebesar Rp 280 ribu ke setiap siswa.
Kala itu, korban pun membantah. Namun, pelaku Despita bersikeras untuk bertemu dan meminta konfirmasi secara langsung pada Rabu (28/5).
Namun, saat itu korban mengaku tak bisa bertemu karena sudah lebih dahulu memiliki janji temu dengan wartawan media lain untuk wawancara terkait kasus yang sama.
Namun, pelaku Despita justru menghubungi Ketua MKKS (musyawarah kerja kepala sekolah) Ihsan Silalahi. Dalam komunikasi itu, Despita meminta agar Ihsan memerintahkan korban menemui pelaku.
Alhasil, korban pun menemui pelaku Despita di sebuah warung kopi. Di sana, Despita bersama dua pelaku lain yakni Amri dan Raiyah.
Di sana, ketiganya menawarkan agar berita pungli yang telah tayang akan di-take down. Namun, dengan catatan, korban memberikan uang Rp 1 juta.
"Kemudian dibuat ada berita pengutipan sebanyak Rp 280 ribu oleh kepsek. Tapi kan ternyata tak terbukti, memang nggak ada pengutipan itu ke siswa tidak ada," kata dia.
Saat itu, korban mengaku tidak punya uang. Alhasil, korban hanya memberikan uang Rp 100 ribu. Namun, korban tetap didesak untuk memberikan uang Rp 1 juta.
Namun, saat itu korban tidak sepakat dan meminta bertemu esok harinya. Di sisi lain, korban pun menelepon polisi dan menginformasikan bahwa ia difitnah dan diperas.
Keesokan harinya, keempatnya pun bertemu di lokasi yang di sana. Di sana, korban pun memberikan uang yang diminta pelaku yakni sisa Rp 900 ribu.
"Saat itu saksi satu (personel kepolisian) menangkap dua pelaku. Lalu, korban membuat laporan polisi dan pelaku lainnya ditangkap," kata dia.
Saat ini, ketiga pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polsek Beringin untuk proses hukum lebih lanjut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar