terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Apa Itu Guru Gatra, Guru Lagu, Guru Wilangan? Ini Arti dalam Tembang Macapat - my blog
Ilustrasi untuk Apa Itu Guru Gatra, Guru Lagu, Guru Wilangan. Sumber: Unsplash/Thought Catalog
Apa itu guru gatra, guru lagu, guru wilangan? Guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan dapat ditemukan dalam tembang macapat. Tembang macapat merupakan puisi tradisional dalam bahasa Jawa.
Dahulu, para orang tua menggunakan tembang macapat untuk menasihati anak-anaknya mengenai arti kehidupan. Tembang macapat berisi ajaran agama dan nilai moral yang menggunakan kata-kata indah sehingga mudah diterima.
Apa Itu Guru Gatra, Guru Lagu, Guru Wilangan? Inilah Artinya
Ilustrasi untuk Apa Itu Guru Gatra, Guru Lagu, Guru Wilangan. Sumber: Unsplash/Mrika Selimi
Dikutip dari Seni Budaya Jawa dan Karawitan Sekolah Dasar (Ungkapan Keindahan dalam Sebuah Musik Gamelan), Regina (2025:104), tembang macapat merupakan bentuk puisi tradisional Jawa dengan menggunakan aturan yang disebut guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan.
Apa itu guru gatra, guru lagu, guru wilangan? Berikut ini penjelasan artinya.
1. Guru Gatra
Guru gatra merupakan banyaknya jumlah larik (baris) dalam satu bait. Jumlah guru gatra akan memengaruhi ritme pembacaan puisi.
2. Guru Lagu
Guru lagu adalah persamaan bunyi sajak pada akhir kata dalam setiap baris. Bunyi sajak ini adalah aksara vokal, yakni a, i, u, e, dan o.
3. Guru Wilangan
Guru wilangan merupakan banyaknya jumlah suku kata (wanda) dalam setiap baris.
Contoh Guru Gatra, Guru Lagu, dan Guru Wilangan dalam Tembang Macapat
Ilustrasi untuk Apa Itu Guru Gatra, Guru Lagu, Guru Wilangan. Sumber: Unsplash/Mauricio Santos
Terdapat beberapa jenis tembang macapat. Setiap tembang macapat mempunyai perbedaan guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan. Agar lebih mudah dipahami, berikut beberapa contohnya.
1. Tembang Maskumambang
Dhuh anak mas sira wajib angurmati,
Marang yayah rena,
Aja pisan kumawani,
Anyenyamah gawe susah.
Tembang maskumambang tersebut mempunyai guru gatra atau baris sebanyak 4. Adapun guru wilangan atau jumlah suku kata di setiap barisnya adalah 12, 6, 8, 8. Sedangkan guru lagu atau bunyi akhir suku kata setiap baris tembang tersebut adalah i, a, i, a.
2. Tembang Mijil
Dedalane guna lawan sekti,
Kudu andhap asor,
Wani ngalah dhuwur wekasane,
Tumungkula yen dipundukani,
Bapang den simpangi,
Ana catur mungkur.
Guru gatra pada tembang mijil di atas adalah 6. Sedangkan, guru wilangan di setiap barisnya adalah 10, 6, 10, 10, 6, 6. Adapun guru lagu suku kata setiap barisnya adalah i, o, e, i, i, u.
Apa itu guru gatra, guru lagu, guru wilangan? Guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan adalah aturan-aturan dalam tembang macapat atau puisi tradisional Jawa. (KRIS)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar