terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Kata Dokter: Anemia saat Hamil Bisa Tingkatkan Risiko Autisme pada Anak - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kata Dokter: Anemia saat Hamil Bisa Tingkatkan Risiko Autisme pada Anak
Dec 5th 2024, 13:24, by Eka Nurjanah, kumparanMOM

 Anemia saat Hamil Bisa Tingkatkan Risiko Autisme pada Anak. Foto: all_about_people/Shutterstock
Anemia saat Hamil Bisa Tingkatkan Risiko Autisme pada Anak. Foto: all_about_people/Shutterstock

Anemia jadi salah satu masalah kesehatan yang perlu diwaspadai saat hamil. Sebab, anemia saat hamil dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan ibu, janin, hingga proses persalinan. Berdasarkan riset kesehatan dasar pada tahun 2018, persentase ibu hamil yang mengalami anemia di Indonesia bahkan masih mencapai 48,9%.

Anemia atau kurang darah merupakan kondisi ketika jumlah sel darah merah dalam tubuh rendah. Ya Moms, dikatakan anemia jika HB < 11 g/dl. Kondisi ini akan menyebabkan tubuh tidak berfungsi normal karena tidak mendapatkan cukup oksigen.

Selama hamil, ibu membutuhkan zat besi lebih banyak dari biasanya, karena tubuh memproduksi lebih banyak darah untuk janin.

Dampak Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Andrew Yurius Christian, SpOG menyebut, anemia pada ibu hamil memiliki risiko pada kesehatan ibu hingga janin. Selain itu, anemia selama kehamilan ternyata berpengaruh juga pada tumbuh kembang anak.

Ilustrasi ibu hamil anemia. Foto: comzeal images/Shutterstock
Ilustrasi ibu hamil anemia. Foto: comzeal images/Shutterstock

"Jadi pada penelitian yang sudah ada di dunia itu menunjukkan bahwa ibu hamil dengan anemia terutama yang terjadi pada usia kehamilan di bawah 31 minggu itu meningkatkan nantinya risiko anak dengan kondisi gangguan," ujar dr. Andrew kepada kumparanMOM, Rabu (4/12).

Ibu hamil yang mengalami anemia, kata dr. Andrew, lebih berisiko melahirkan anak dengan gangguan spektrum autisme sebanyak 4,9%, gangguan ADHD atau anak hiperaktif hingga 9,3%, dan keterbelakangan mental hingga 3,1%.

Ilustrasi ibu hamil minum obat atau vitamin. Foto: Shutterstock
Ilustrasi ibu hamil minum obat atau vitamin. Foto: Shutterstock

''Dari jumlah tersebut, paling banyak anemia defisiensi zat besi. Di mana kekurangannya komponen berupa zat besi pada pembentukan sel darah merah,'' tuturnya.

Oleh karena itu, sejak trimester pertama kehamilan, ibu dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan darah, salah satunya adalah mengecek hemoglobin. Jangan lupa juga untuk cek asam folat, zat besi, dan vitamin B12

''Hal itu penting guna menjaga dan agar terhindar dari keadaan anemia selama kehamilan," pungkas dr. Andrew.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: