terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Puan soal Polemik Gus Miftah dengan Penjual Es Teh: Jangan Saling Merendahkan - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Puan soal Polemik Gus Miftah dengan Penjual Es Teh: Jangan Saling Merendahkan
Dec 5th 2024, 13:12, by Fachrul Irwinsyah, kumparanNEWS

Pengasuh Ponpes Ora Aji, Gus Miftah. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Pengasuh Ponpes Ora Aji, Gus Miftah. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Ketua DPR RI Puan Maharani dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memberikan komentarnya soal ramai Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan, Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah, menghina penjual es teh.

Puan menyebut apa yang dilakukan oleh Gus Miftah tidaklah sesuai dengan kepercayaan Presiden Prabowo Subianto.

"Istana sudah mengatakan bahwa jangan pernah melakukan hal itu, bahkan itu tidak sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Bapak Presiden," tuturnya di gedung Parlemen, Jakarta pada Kamis (5/12).

Lebih lanjut, Puan meminta masyarakat untuk saling menghormati dan menghargai. Ia minta jangan ada yang merendahkan satu sama lain.

"Jadi marilah kita membangun Indonesia dengan saling menghormati, saling menghargai, jangan saling merendahkan. Namun bangunlah Indonesia dengan rasa persaudaraan tanpa saling merendahkan," ujarnya.

Usai ramainya kasus penghinaan ini, netizen mendorong pemerintah untuk mencopot Gus Miftah dari jabatannya.

Di lokasi yang sama, Dasco menyebut bahwa yang berhak mencopot utusan khusus presiden adalah pemerintah.

Ketua DPR Puan Maharani dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco di gedung DPR, Rabu (16/10/2024). Foto: Instagram/@puanmaharaniri
Ketua DPR Puan Maharani dan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco di gedung DPR, Rabu (16/10/2024). Foto: Instagram/@puanmaharaniri

"Tentunya dalam hal ini yang bisa memberikan jawaban itu adalah pemerintah karena jabatan tersebut adalah jabatan setara setingkat menteri. Jadi, kalau mau nanya ke saya apakah ada sanksi, gak ada sanksi, itu saya enggak bisa jawab karena bukan kewenangan dari saya," ujar Dasco.

Namun, Dasco mewakili DPR mengimbau agar pemerintah melakukan instrospeksi dan evaluasi kinerja usai kejadian tersebut.

"Nah, bahwa kemudian kita DPR juga melihat aspirasi masyarakat. (Kami) sudah meminta kepada Pemerintah tidak hanya kepada Gus Miftah, tapi juga mengimbau untuk melakukan introspeksi evaluasi-evaluasi terhadap kinerja masing-masing pembantu presiden maupun utusan khusus presiden," tuturnya.

Gus Miftah, mendatangi rumah penjual es Sunhaji di Magelang, Jawa Tengah, Rabu (4/12/2024). Foto: Dok. Istimewa
Gus Miftah, mendatangi rumah penjual es Sunhaji di Magelang, Jawa Tengah, Rabu (4/12/2024). Foto: Dok. Istimewa

Sebelumnya, aksi Gus Miftah saat berdakwah di Magelang menjadi sorotan usai videonya viral di media sosial. Ia dianggap tak memperlakukan dengan baik seorang tukang es yang sedang berjualan.

Pendakwah berusia 43 tahun itu melontarkan kata-kata kasar kepada tukang es teh yang berjualan di tengah hujan itu.

"Es tehmu sih akeh (masih banyak)? Ya, sana jual gob*ok. Jual dulu, nanti kalau belum laku, ya sudah, takdir," ujar Gus Miftah dalam video tersebut sambil tertawa. Orang-orang di sekitarnya juga tertawa.

Pernyataan tersebut berujung polemik. Sejumlah pihak turut angkat bicara. Berujung Gus Miftah minta maaf.

"Pokoknya meskipun niatnya bergurau, tapi saya minta maaf," ujar Gus Miftah.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: