terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Kodam BB: 8 Korban Luka Oknum TNI di Deli Serdang Diberikan Pengobatan Terbaik - my blog
Nov 10th 2024, 15:53, by Fachrul Irwinsyah, kumparanNEWS
Markas Komando Daerah Militer I/BB. Foto: Hendrick Wu/Shutterstock
Kodam I/Bukit Barisan (BB) bertanggung jawab terhadap seluruh korban luka akibat penyerangan oleh diduga 33 oknum prajurit TNI di Kabupaten Deli Serdang, Sumut. Disebutkan, 1 orang tewas dan 8 orang luka-luka akibat peristiwa tersebut.
Sebelumnya, polisi menyebut diperkirakan ada 10 orang yang luka akibat penyerangan tersebut. Namun, Kodam Bukit Barisan memastikan korban luka sebanyak 8 orang.
"Jadi sudah ada langkah-langkah yang dilakukan oleh Kodam dari pihak Pangdam sudah melakukan mediasi pada pihak korban dan keluarga masyarakat di Batalyon Armed," ujar Kapendam I Bukit Barisan Kol. Inf. Doddy Yudha dalam jumpa pers, Minggu (10/11).
Ia menyebut, delapan orang yang terluka sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kodam. TNI menjamin pengobatan mereka.
"Delapan orang korban masyarakat yang luka-luka sudah dipindahkan dari Rumah Sakit Sembiring ke Rumah Sakit Putri Hijau dan akan diberikan pengobatan terbaik," kata dia.
Kata dia, Pangdam Bukit Barisan Mayjen Rio Firdianto juga telah menjenguk para korban luka.
"Terakhir, Bapak Pangdam sudah melihat dan bertemu korban luka-luka," tutupnya.
Sementara itu, untuk identitas 33 oknum prajurit belum diungkap. Mereka saat ini masih diperiksa intensif oleh Pomdam Bukit Barisan.
Sebelumnya, Kapolres Deli Serdang Kombes Pol Raphael Shandy menuturkan, dari informasi yang diterima dia, insiden penyerangan dilatarbelakangi akibat saling ejek antar warga dan personel TNI.
"Ya kalau info yang saya dapat sebetulnya ada permasalahan antara dengan saling ejek," kata Raphael.
"Kemudian melebar mencari masyarakat tersebut mencari beberapa orang masyarakat tersebut, terus ya setelah itu karena mungkin belum ketemu ataupun bagaimana, ya akhirnya mereka datang beramai-ramai melakukan tindakan seperti," jelasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar