terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
PLN Targetkan Permintaan Listrik di RI Bertambah Jadi 511 TWh hingga 2034 - my blog
Ilustrasi gardu listrik PLN. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
PT PLN (Persero) menargetkan penambahan permintaan (demand) listriksepanjang tahun 2025 hingga 2034 menjadi 511 terawatt per hour (TWh), utamanya dari pengembangan pusat data (data center) dan hilirisasi mineral.
Kementerian ESDM dan PLN baru saja merilis dokumen Rancangan Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) terbaru periode 2025-2034. Targetnya terdapat penambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 gigawatt (GW) hingga tahun 2034.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan permintaan listrik pada tahun 2024 sebesar 306 TWh. Penambahan permintaan ini sudah mempertimbangkan target pertumbuhan ekonomi 8 persen.
"Maka untuk tahun 2034 total demand dari sekarang 306 TWh di tahun kemarin, naik menjadi 511 TWh dan ini sudah mempertimbangkan additional demand di mana pertumbuhan ekonomi di tahun 2029 akan mencapai 8 persen," katanya saat Diseminasi RUKN dan RUPTL 2025-2034, Senin (2/6).
Darmawan menuturkan, RUPTL sebelumnya berfokus pada permintaan nasional secara agregat, namun malah berujung pada kelebihan pasokan (oversupply) di beberapa daerah. Hal tersebut, kata dia, disebabkan ketidakcocokan antara lokasi pertumbuhan permintaan dan ketersediaan pasokan listrik.
Dengan demikian, dalam RUPTL terbaru PLN melakukan pemetaan secara detail di setiap wilayah. Dia mencontohkan pertumbuhan permintaan di Pulau Jawa cenderung stabil dan organik, namun bisa saja ditambah oleh pertumbuhan pusat data.
Ilustrasi gardu listrik PLN. Foto: Nugroho Sejati/kumparan
Dia memetakan perkembangan pusat data akan masif di Pulau Jawa, mencakup wilayah Jakarta sekitarnya seperti Bekasi, Karawang, sampai Banten. Pusat data juga akan dikembangkan utamanya di Pulau Batam.
"Di Jawa, organic demand ini sekitar 4,3 persen, ajeg stabil dari tahun ke tahun. Apakah mungkin di Jawa tumbuh sampai 6,1 persen? Mungkin. Karena ada namanya data center," jelas Darmawan.
Selain dari pusat data, permintaan tambahan listrik juga ditopang oleh investasi hilirisasi mineral dan batu bara maupun kelapa sawit (palm oil), hingga peningkatan penggunaan kendaraan listrik.
"Kemudian ada hilirisasi, baik itu minerba maupun itu palm oil. Kemudian di sini juga kita melihat ada peningkatan penggunaan mobil listrik yang setiap tahunnya meningkat, kemudian juga ada industri maritim dan pariwisata," tuturnya.
Dalam data yang ditampilkan, PLN memperkirakan pertumbuhan permintaan listrik hingga tahun 2034 yang terbesar terjadi di Pulau Jawa dengan 293 TWh, diikuti oleh Sumatera sebesar 73 TWh. Keduanya ditopang permintaan organik.
Kemudian di Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara Timur masing-masing sebesar 29 TWh, 25 TWh, dan 8 TWh dari permintaan organik. Sementara Banten dan Pulau Batam ditopang oleh Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan pusat data masing-masing 28 TWh dan 17 TWh.
Khusus di Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, dan Maluku, permintaan listrik ditargetkan bertambah masing-masing 5,3 TWh, 17 TWh, dan 1,3 TWh karena tambahan permintaan dari sektor hilirisasi minerba.
Sisanya adalah penambahan permintaan dari IKN sebesar 1 TWh, 4 TWh dari hilirisasi kelapa sawit di Jambi, 1,7 TWh di Jawa Timur dari kendaraan listrik (EV) dan kompor listrik, sektor maritim dan pariwisata sebesar 0,2 TWh di kawasan NTT, dan lain sebagainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar