terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Mentan Ungkap Alasan Impor Singkong Naik: Pemilik Pabrik Tanam di Luar Negeri - my blog
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (3/6). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkap penyebab mengapa imporsingkong di Indonesia lebih tinggi dibanding produksi dalam negeri. Salah satu alasan utamanya karena pelaku industri memiliki perkebunan singkong sendiri di luar negeri.
"Jadi gini, biasanya yang punya pabrik, yang kami terima laporan, dia punya perkebunan di luar. Ini kirim masuk. Tentu lebih murah karena dia budidayakan sendiri," ucap Amran saat ditemui di kediamannya, Jakarta Selatan, Rabu (4/6).
Ia menegaskan bahwa pemerintah mendorong agar industri mengutamakan singkong lokal demi melindungi petani dalam negeri. "Tapi ini tidak boleh. Harus dahulukan petani dalam negeri," sebut Amran.
Amran pun mencontohkan persoalan serupa yang sebelumnya terjadi pada komoditas susu sapi. Saat itu, sempat terjadi polemik hingga ada aksi protes "mandi susu", tetapi kini sudah tidak menjadi perbincangan lagi.
"Kami minta seluruh industri sektor pertanian dahulukan petani Indonesia. Tidak boleh mendahulukan petani negara lain," ucap Amran.
Ilustrasi petani Singkong. Foto: Shutterstock
Terkait kebijakan pembatasan impor singkong, Amran menyatakan bahwa pemerintah sudah mengambil keputusan, meski bentuk kebijakannya baik dalam bentuk larangan dan pembatasan (lartas) ataupun tarif, masih dalam proses regulasi.
"Saya tidak tahu apakah lartas atau tarif. Terserah. Sudah diputuskan (pemerintah). Tinggal tunggu berproses regulasi," tambahnya.
Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) buka peluang untuk membahas usulan lartas impor singkong dan tapioka. Rencana ini seiring keluhan petani dalam beberapa tahun belakangan akibat produksi dalam negeri tak terserap pasar.
Plt. Direktur Jenderal (Dirjen) Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Isy Karim, menerima berbagai masukan dan evaluasi, khususnya dengan mempertimbangkan perkembangan perekonomian nasional dan daerah.
"Menanggapi permintaan pembatasan impor singkong dan tapioka, Kemendag siap melakukan pembahasan usulan lartas tersebut di Kemenko Bidang Perekonomian," ucap Isy Karim dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (4/6).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar