terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Banjir Rob di Muara Angke: Tamu Langganan yang Tak Kunjung Pergi - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Banjir Rob di Muara Angke: Tamu Langganan yang Tak Kunjung Pergi
Jun 2nd 2025, 15:37 by kumparanNEWS

Jalan Dermaga Ujung II Blok Empang Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (2/6/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
Jalan Dermaga Ujung II Blok Empang Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (2/6/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Jalan Dermaga Ujung II Blok Empang, Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, tetap tergenang, meski sinar matahari begitu terik menusuk kulit, Senin (2/6).

Setiap pengendara yang melintas harus melambatkan laju kendaraannya agar cipratan air tak mengotori sekitar.

Genangan itu setinggi mata kaki, menutupi badan jalan, tepat di belokan depan Sekretariat RW 22 Jalan Dermaga Ujung II Blok Empang.

Tak ada hujan, namun air terus keluar dari selokan kecil selebar 30–50 cm di sisi kanan dan kiri jalan.

Setelah ditelusuri, air tersebut berasal dari arah utara—laut—dan dari barat, yakni aliran Kali Adem. Dua sumber itu mengepung kawasan yang berada di titik rendah ini, menjadikannya daerah yang tak pernah kering.

Jalan Dermaga Ujung II Blok Empang Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (2/6/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
Jalan Dermaga Ujung II Blok Empang Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (2/6/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Warga sudah lama beradaptasi. Bangunan-bangunan di titik ini ditinggikan sekitar 50 cm dari permukaan jalan, terlihat dari tangga kecil yang dibuat untuk masuk. Bukan untuk gaya, tapi sebagai bentuk antisipasi terhadap keadaan yang tak kunjung membaik.

"Udah biasa. Di sini mah nggak pernah kering," kata Taryuna, tukang becak yang tengah beristirahat di bale-bale kantor RW yang kosong.

Ia menyebut, genangan tertinggi yang dia ingat itu terjadi pada Kamis (29/5) malam. Air sempat naik hingga setinggi pinggang orang dewasa. Baru pada Minggu (1/6), air mulai surut dari area rumah dan toko. Tapi di jalan, air masih menggenang.

Jalan Dermaga Ujung II Blok Empang Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (2/6/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
Jalan Dermaga Ujung II Blok Empang Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (2/6/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Parno (47), tukang bakso yang biasa berdagang di depan warteg pinggir jalan, mengeluhkan hal serupa. Menurutnya, kondisi makin parah saat memasuki Bulan Terang, sebutan warga kawasan pesisir untuk tanggal 1 hingga 15 tiap bulan.

"Enggak bisa. Enggak bakal kering. Basah terus dari dulu," ujarnya.

Parno tinggal di RT 02 bersama adiknya. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan kondisi semacam ini.

"Dari saya kecil ya begini terus," tambahnya.

Jalan Dermaga Ujung II Blok Empang Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (2/6/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
Jalan Dermaga Ujung II Blok Empang Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (2/6/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Hal yang sama diungkapkan oleh Mina yang rumahnya berada di dekat jalan tergenang. Ia menyebut rob sudah menjadi tamu bulanan di kawasan ini.

"Udah biasa di sini. Mending ini mah, nggak sampe masuk [airnya]," ujarnya merujuk rob hari ini yang semata kaki.

Mina telah tinggal di rumah itu sejak era Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sebelumnya, ia bermukim di kawasan Kali Adem, tak jauh dari sana. Selama ini, menurutnya, pemerintah hanya mengandalkan pembersihan got dan pengangkutan sampah sebagai solusi.

Namun, genangan tetap datang. Jalanan tetap basah. Warga terus beradaptasi.

Banjir rob mungkin telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga pesisir Jakarta. Namun potret Jalan Dermaga Ujung II hari ini menjadi pengingat bahwa solusi permanen dari pemerintah belum juga tiba. Karena genangan yang tak pernah surut adalah tanda ada masalah yang belum benar-benar selesai.

BPBD Kerahkan Tim

Banjir rob ini terjadi akibat fenomena Super New Moon yang meningkatkan pasang air laut. Kapusdatin BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan mengatakan BPBD DKI Jakarta telah memberikan peringatan dini kepada warga di wilayah pesisir utara Jakarta untuk meningkatkan kewaspadaan.

BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, serta Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan. Lurah dan camat setempat juga dilibatkan untuk memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.

"Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat," ujar Yohan.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: