terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Alasan Film Perang Kota Disajikan dalam Format 4:3 - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Alasan Film Perang Kota Disajikan dalam Format 4:3
Apr 24th 2025, 17:00, by Caroline Pramantie, kumparanHITS

Konferensi pers film Perang Kota di Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (21/4/2025). Foto: Vincentius Mario/kumparan
Konferensi pers film Perang Kota di Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (21/4/2025). Foto: Vincentius Mario/kumparan

Film Perang Kota karya Mouly Surya hadir dengan visual yang unik dan jarang ditemukan dalam film layar lebar, yaitu penggunaan rasio layar 4:3. Mouly melalui proses panjang dan pertimbangan matang bersama seluruh sinematografer yang terlibat.

"Itu ditentukan lewat pemikiran yang panjang dan ekstensif ya istilahnya. Selama development kami bolak-balik sama tim kreatif, sama DOP aku, Roy Lolang, sama Rama Adi juga produser aku, tentang aspek rasio yang mau kami pakai gitu," ungkap Mouly Surya dalam konferensi pers di Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (21/4).

Dengan rasio 4:3, Mouly ingin fokus pada kamera yang mengikuti karakter di film Perang Kota.

"Karena treatment yang aku mau di film (Perang Kota), kamera itu selalu bergerak mengikuti karakter, dan pengin fokus ke mereka gitu, pengin fokus terus mengikuti perjalanan mereka, melihat perspektif mereka," jelas Mouly.

Pemeran film Perang Kota Chicco Jerikho dan Ariel Tatum berpose saat berkunjung ke kumparan di Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (26/3/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Pemeran film Perang Kota Chicco Jerikho dan Ariel Tatum berpose saat berkunjung ke kumparan di Pasar Minggu, Jakarta, Rabu (26/3/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Roy Lolang, sebagai DOP, menjelaskan bahwa rasio 4:3 digunakan untuk menyajikan imaji yang otentik dari sebuah karya.

"4:3 ini kita lebih intim, dekat. Jadi sinematografer harus bisa sajikan satu sisi POV dari pencerita. Dengan kesadaran penuh kamera itu dijadikan pihak ketiga yang mengintip kejadian dalam film ini," ungkap Roy.

Roy menyebut sudut kamera dalam Perang Kota dibuat seperti mata yang tengah memicingkan pandangan.

"Kamera itu seakan kita lagi memicingkan mata. Formatnya kecil, hanya 4:3 artinya lebih konsen dan dekat dengan apa yang ada di film ini," tutur Roy.

Konferensi pers film Perang Kota di Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (21/4/2025). Foto: Vincentius Mario/kumparan
Konferensi pers film Perang Kota di Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (21/4/2025). Foto: Vincentius Mario/kumparan

Perang Kota dibuat dalam waktu 33 hari, menggambarkan kehidupan Jakarta era 1946, saat pemerintahan kolonial. Film yang diangkat dari novel legendaris karya Mochtar Lubis ini menampilkan potret individu dan negeri yang mendamba kemerdekaan.

Film yang juga diproduksi Starvisiom ini berkolaborasi dengan sineas internasional seperti Hubert Bals Fund dan Purin Pictures. Sebelum tayang di bioskop, Perang Kota telah ditayangkan perdana di International Film Festival Rotterdam pada 9 Februari 2025.

Di Indonesia, Perang Kota siap tayang di bioskop pada 30 April 2025.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: