terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Tak Cuma Ibu, Ayah Baru Juga Rentan Depresi - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Tak Cuma Ibu, Ayah Baru Juga Rentan Depresi
Mar 19th 2025, 15:00, by Nur Khafifah, kumparanMOM

Ilustrasi ayah depresi. Foto: Thinkstock
Ilustrasi ayah depresi. Foto: Thinkstock

Saat ini masyarakat sudah mulai memahami bahwa ibu hamil dan melahirkan rentan mengalami depresi. Tapi mungkin tidak banyak yang menyadari bahwa kondisi serupa juga rentan terjadi pada calon ayah atau ayah baru, lho.

Ya Moms, Pregnancy, Birth and Baby melansir, 1 dari 10 ayah baru dapat mengalami depresi selama kehamilan atau setelah melahirkan. Menariknya lagi, depresi yang dialami ayah tidak selalu disebabkan karena pasangannya depresi.

Depresi pada ayah bisa mulai terjadi sejak masa kehamilan dan meningkat setelah kelahiran anak. Ayah baru tidak mengakses layanan seperti yang didapatkan ibu baru. Mereka cenderung tidak menemui dokter, perawat kesehatan ibu dan anak, atau bidan, yang merupakan tempat masalah sering ditemukan pada wanita.

Seperti halnya depresi yang dialami ibu, depresi pada ayah juga perlu segera ditangani. Tujuannya untuk menghindari efek jangka panjang pada kesehatan mental sang ayah dan hubungannya dengan pasangannya, anak-anak, keluarga, dan teman-temannya.

Apa Penyebab Depresi pada Ayah?

Ilustrasi ayah depresi. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi ayah depresi. Foto: Shutter Stock

Seperti halnya semua bentuk depresi, ada berbagai faktor fisik, sosial, dan emosional yang dapat menyebabkan pria mengalami depresi:

  • Kurangnya dukungan sosial dan emosional.

  • Stres dan perubahan dalam hubungan.

  • Kurang tidur.

  • Masalah kehilangan dan kesedihan.

  • Kesulitan menyesuaikan diri dengan peran sebagai orang tua.

  • Memenuhi harapan.

  • Pengalaman melahirkan yang negatif atau traumatis.

Beberapa pria mungkin merasa bahwa perubahan dalam kehidupan rumah tangga dan struktur keluarga mereka sulit untuk diatasi. Sikap tradisional terhadap peran sebagai ayah dan maskulinitas dapat menyebabkan pria cenderung tidak membicarakan perasaan mereka. Kekhawatiran tentang tanggung jawab tambahan, tekanan finansial, dan pengelolaan pekerjaan juga dapat memengaruhi.

Faktor Risiko Depresi pada Ayah

Beberapa faktor risiko yang diketahui terkait dengan depresi pada ayah (depresi paternal) meliputi:

  • Pasangan pria yang mengalami depresi pascapersalinan.

  • Riwayat depresi sebelumnya.

  • Masalah hubungan.

  • Rendah diri.

  • Perasaan tidak kompeten dalam peran sebagai orang tua.

  • Pertama kali menjadi ayah.

  • Bayi yang gelisah.

Depresi ayah dapat memengaruhi pria dari segala usia, tipe kepribadian, dan status keuangan.

Gejala Depresi Ayah

Beberapa gejala yang terkait dengan depresi pascapersalinan pada pria meliputi:

Kelelahan, sakit kepala dan nyeri, mudah tersinggung, cemas dan marah, kehilangan libido, perubahan nafsu makan, perasaan kewalahan, kehilangan kendali dan tidak mampu mengatasinya, kecenderungan mengambil risiko perubahan pola tidur, terutama kurang tidur perasaan terisolasi dan terputus dari pasangan, teman atau keluarga, peningkatan jam kerja sebagai bagian dari penarikan diri dari keluarga, peningkatan penggunaan obat-obatan atau alkohol alih-alih mencari pengobatan untuk depresi.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: