terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Siapa Ekrem Imamoglu, Rival Politik Erdogan yang Ditangkap atas Tuduhan Korupsi? - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Siapa Ekrem Imamoglu, Rival Politik Erdogan yang Ditangkap atas Tuduhan Korupsi?
Mar 21st 2025, 15:44, by Nadia Riso, kumparanNEWS

Walikota Istanbul dan kandidat oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP) Ekrem Imamoglu melepas dasinya di depan para pendukung yang merayakan di luar gedung kotamadya utama setelah pemilihan kota di seluruh Turki, di Istanbul (31/3) Foto: Yasin Akgul/AFP
Walikota Istanbul dan kandidat oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP) Ekrem Imamoglu melepas dasinya di depan para pendukung yang merayakan di luar gedung kotamadya utama setelah pemilihan kota di seluruh Turki, di Istanbul (31/3) Foto: Yasin Akgul/AFP

Wali Kota Istanbul dan salah satu sosok potensial calon presiden mendatang, Ekrem Imamoglu, ditangkap atas tuduhan korupsi dan membiayai kelompok teroris.

Penangkapan rival politik terbesar Presiden Tayyip Erdogan ini dilakukan beberapa hari sebelum partainya akan menunjuk dirinya sebagai calon presiden di pemilu 2028.

Imamoglu merupakan sosok penting di partai oposisi, Partai Republik Rakyat (CHP). Dikutip dari BBC, Jumat (21/3), Imamoglu mengejutkan Erdogan dan Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) yang berkuasa karena terpilih sebagai wali kota di Istanbul.

Pengamat politik menyebut kemenangan Imamoglu di Istanbul sebagai kekalahan terburuk Erdogan.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (tengah) bersama istrinya, Emine Erdogan (kiri) menuruni tangga pesawat setibanya di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (11/2/2025). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (tengah) bersama istrinya, Emine Erdogan (kiri) menuruni tangga pesawat setibanya di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (11/2/2025). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO

Penangkapan Imamoglu ini disebut oleh CHP sebagai kudeta terhadap presiden berikutnya.

Imamoglu lahir pada 1970 di Akcaabat, Provinsi Trabzon di pesisir Laut Hitam. Imamoglu pindah ke Istanbul saat remaja, belajar bisnis, kemudian bekerja di industri konstruksi.

Meski keluarganya berlatar belakang konservatif tengah-kanan, Imamoglu mengatakan menganut nilai demokrasi sosial selama masa kuliahnya.

Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu. Foto: Yasin AKGUL / AFP
Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu. Foto: Yasin AKGUL / AFP

Penggemar sepak bola seperti Erdogan, Imamoglu merupakan pemain amatir di masa mudanya dan dikenal karena dukungannya terhadap klub bola lokal, Trabzonspor. Kecintaannya kepada sepak bola menjadi karakteristik yang berguna bagi politisi di Turki—negara yang sangat menyukai sepak bola.

Mengakhiri karier bisnisnya pada usia 43 tahun, Imamoglu kembali ke politik dan terpilih sebagai wali kota distrik kelas menengah Beylikduzu.

Namun, namanya masih kurang dikenal sampai dia mencalonkan diri dan menang di pemilihan wali kota Istanbul pada 2019, yang mengejutkan Erdogan dan AK.

Pukulan Telak Kedua bagi Erdogan

Imamoglu langsung menghadapi sejumlah tantangan terhadap kemenangannya. Otoritas pemilu menganulir hasil pemilihan dan memaksanya keluar dari jabatannya setelah AK menuduh ada penyimpangan dalam proses pemungutan suara. Pemungutan suara ulang pun dilakukan.

Setelah pengumuman pemungutan suara ulang, Imamoglu berdiri di hadapan pendukungnya dalam kampanye, membuka jaket dan dasinya, menggulung lengan bajunya, dan mendesak mereka memfokuskan energi untuk menang lagi.

"Semuanya akan baik-baik saja," kata Imamoglu, yang kemudian menjadi slogan kampanyenya dan menjadi slogannya sejak saat itu.

Saat dia akhirnya mengamankan 54% hasil suara, dia mengatakan, "semuanya berjalan dengan baik". Kemenangannya menjadi pukulan telak kedua bagi Erdogan.

Walikota Istanbul dan kandidat oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP) Ekrem Imamoglu melambai di depan para pendukungnya saat mereka merayakan di luar gedung kotamadya utama setelah pemilihan kota di seluruh Turki, di Istanbul (31/3/2024) Foto: Yasin Akgul/AFP
Walikota Istanbul dan kandidat oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP) Ekrem Imamoglu melambai di depan para pendukungnya saat mereka merayakan di luar gedung kotamadya utama setelah pemilihan kota di seluruh Turki, di Istanbul (31/3/2024) Foto: Yasin Akgul/AFP

Imamoglu telah mengalahkan AK dua kali, di kota yang dikuasai partai berkuasa dan para pendahulunya selama 25 tahun.

Istanbul merupakan tempat di mana Erdogan tumbuh besar, berjualan camilan roti wijen sebelum mencoba peruntungan di politik pada 1970-an. Dari sanalah Erdogan membangun kariernya mulai dari wali kota, perdana menteri, hingga akhirnya presiden.

Kekalahan ini menjadi tamparan besar baginya secara personal dan juga bagi partainya. Istanbul adalah rumah bagi seperlima populasi Turki dan bertanggung jawab atas sebagian besar ekonomi, termasuk perdagangan, pariwisata, dan keuangan.

Banyak ahli yang memprediksi peningkatan karier politik yang sama bagi Imamoglu setelah dia memenangkan pemilu wali kota di 2024. Bagi banyak orang, dia merupakan ancaman Erdogan.

Erdogan mengamankan masa jabatan ketiga dalam pemilihan presiden pada 2023 dan berdasarkan konstitusi, dia tidak bisa mencalonkan diri pada 2028. Erdogan telah berkuasa Turki sekitar 22 tahun (sebagai PM dan presiden).

Namun, kritikus mengatakan dia mungkin akan mengubah konstitusi untuk mencalonkan diri di periode berikutnya. Pemilihan presiden berikutnya dijadwalkan pada 2028, tapi sepertinya akan digelar lebih cepat.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: