terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Adaro Andalan (AADI) Raup Laba Rp 19,74 T Sepanjang 2024, Naik 5,85 Persen - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Adaro Andalan (AADI) Raup Laba Rp 19,74 T Sepanjang 2024, Naik 5,85 Persen
Mar 5th 2025, 13:36, by Ema Fitriyani, kumparanBISNIS

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (5/12/2024). Foto: Dok. Adaro Andalan
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (5/12/2024). Foto: Dok. Adaro Andalan

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) meraup laba bersih USD 1,21 miliar atau sekitar Rp 19,74 triliun (kurs Rp16.320 per Dolar AS) sepanjang 2024. Laba ini naik 5,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/yoy) senilai USD 1,14 miliar.

Meski laba naik, pendapatan usaha perusahaan turun. Mengutip keterangan AADI di Keterbukaan Informasi Publik Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (5/3), perusahaan mencatatkan pendapatan usaha senilai USD 5,31 miliar atau Rp 86,65 triliun, turun 10,07 persen yoy. Beban pokok pendapatan juga ikut turun 7,95 persen yoy menjadi USD 3,85 miliar.

Pendapatan usaha terbesar dari penjualan batu bara pihak ketiga melalui ekspor senilai USD 4,18 miliar, sementara penjualan domestik USD 682,34 juta.

Untuk liabilitas AADI, naik 15,7 persen yoy menjadi USD 2,63 miliar pada tahun 2024, sementara total ekuitas turun 29,78 persen yoy menjadi USD 3,36 miliar. Untuk total aset juga anjlok 15,15 persen yoy menjadi USD 5,99 miliar.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Julius Aslan mengaku senang dengan pencapaian yang lebih tinggi dalam volume pengupasan lapisan penutup, produksi, maupun penjualan. Menurutnya, penurunan EBITDA operasional pada sepanjang tahun lalu terutama diakibatkan oleh melemahnya harga batu bara dunia, suatu kondisi yang tidak dapat dikendalikan karena batu bara adalah komoditas yang bergerak mengikuti siklus.

"Namun, rekam jejak kami yang solid dalam mengarungi siklus batu bara adalah bukti resiliensi serta keahlian kami di sektor ini," katanya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: