terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

PTDI Kirim Teknisi ke Prancis, Belajar Pesawat Rafale dan Kembangkan Drone MALE - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
PTDI Kirim Teknisi ke Prancis, Belajar Pesawat Rafale dan Kembangkan Drone MALE
Feb 26th 2025, 14:52, by Wisnu Prasetiyo, kumparanNEWS

Dirut PT Dirgantara Indonesia Gita Amperiawan saat dijumpai di hanggar PTDI, Bandung, Jumat (27/9). Foto: Thomas Bosco/kumparan
Dirut PT Dirgantara Indonesia Gita Amperiawan saat dijumpai di hanggar PTDI, Bandung, Jumat (27/9). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Direktur PTDI Marsda TNI (Purn) Gita Amperiawan mengungkapkan bahwa PTDI telah mengirim teknisi ke Prancis untuk mempelajari pesawat tempur Rafale serta tengah mengembangkan drone Medium Altitude Long Endurance (MALE).

Terkait keterlibatan teknisi Indonesia dalam program Rafale, Gita memastikan bahwa pengiriman personel ke Prancis sudah berjalan.

"Sudah Pak, sudah sedang. Saya kurang tahu berapa banyaknya, tapi nanti bisa dimisinformasikan. Tapi salah satu yang kita manfaatkan dari Rafale itu adalah bagaimana SDM kita naik dan program offsetnya," ujar Gita.

Gita menambahkan bahwa PTDI sudah mendapatkan program offset dari kerja sama Rafale. Salah satu bentuknya adalah pembangunan sistem pelatihan berbasis komputer (CBT) untuk para operator Rafale.

"Untuk Rafale bahkan kami punya offset dan sudah jalan CBT. Jadi kami yang membangun bagaimana komputer based training-nya itu untuk training-training para operator di Rafale. Nah, itu offset kami dan itu sudah menghasilkan bisnis. Saya tidak perlu mengatakan berapa jutanya, tapi itu sudah menghasilkan bisnis. Bagi PT DI dari offsetnya Rafale." jelasnya.

Pesawat jet tempur Rafale Prancis. Foto: FRANCOIS NASCIMBENI/AFP
Pesawat jet tempur Rafale Prancis. Foto: FRANCOIS NASCIMBENI/AFP

Selain mendukung program Rafale, PTDI juga serius mengembangkan teknologi drone sebagai bagian dari modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia.

"PT DI sudah selesai melaksanakan sertifikasi, artinya sudah certified, sudah proven untuk pesawat tactikal yaitu ada di Wulung, itu tadi di Wulung, itu Wulung tactical class dan insyaallah kami sudah bicara dengan Waka BRIN, ini akan ada pemesanan untuk di TNI ," kata Gita.

Ke depan, PTDI juga bersiap melakukan uji terbang drone MALE, yang mampu terbang selama 24 jam dengan kapasitas angkut hingga 300 kilogram.

"Nah, dan saat ini mungkin dalam satu bulan ke depan kita akan demo flight untuk MALE, Medium Altitude Long Endurance, itu untuk bisa terbang 24 jam, kemudian payloadnya sekitar 300 kilo," jelasnya.

Gita berharap proyek drone MALE ini dapat menjadi bagian dari rencana strategis (renstra) pengadaan alutsista pada periode 2025-2029.

"Investasi pemerintah yang sudah besar di PTDI ini akan baik kalau kemudian dari segi teknologi itu kita masuk ke MALE. Nah, ini sedang kita buat dan mudah-mudahan bisa masuk kepada pengadaan di renstra 2025-2029," tutup Gita.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: