terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Rupiah Melemah ke Rp 15.737 per Dolar AS, BI Sebut Akibat Kondisi Global - my blog
Oct 28th 2024, 13:21, by Nicha Muslimawati, kumparanBISNIS
Petugas menunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank Mandiri, Jakarta, Jumat (11/10/2024). Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Bank Indonesia (BI) buka suara soal pelemahan rupiah terhadap dolar AS siang ini. Berdasarkan data Bloomberg pukul 13/15 WIB, rupiah melemah 90,50 poin (0,59 persen) menjadi Rp 15.737 per dolar AS.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter (DPM) BI Edi Susianto mengatakan, faktor pelemahan rupiah hari ini dipengaruhi oleh kondisi global yang belum kondusif. Menurutnya, pelemahan mata uang terhadap dolar AS juga terjadi di sejumlah negara Asia.
"Saya lihat perkembangan nilai tukar mata uang Asia hari ini banyak yang mengalami pelemahan terhadap US dollar, faktor pendorongnya bersumber dari sentimen global yang kurang kondusif," ujar Edi kepada kumparan, Senin (28/10).
Dia melanjutkan, sentimen global tersebut antara lain perkembangan rilis data fundamental AS yang di atas ekspektasi pasar, serangan balik dari Israel ke Iran, hingga perlambatan fundamental di China dan Eropa.
"Hal ini penurunan agresifitas pemitingan FFR (Fed Fund Rate) ditambah pernyataan2 pejabat The Fed yang cenderung less dovish. Serangan balik dari Israel ke Iran, ikut mendorong penguatan mata uang US dollar (DXY), dan perlambatan data fundamental di China dan Eropa," jelasnya.
Dia memastikan, Bank Sentral akan terus berada di pasar untuk memastikan stabilitas rupiah terhadap dolar AS.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar