terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Investasi Qatar untuk Proyek Perumahan di RI Mandek, Satgas Buka Suara - my blog
Presiden Prabowo Subianto berjabat tangan dengan investor Qatar Sheikh Abdul Aziz Al Thani usai melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Pemerintah Indonesia dengan Qatar di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/1/2025). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO
Rencana investasi besar-besaran dari Qatar untuk membangun sejuta unit rumah di Indonesia mengalami perlambatan. Meski telah ditandatangani sejak April 2025, hingga kini belum ada kepastian soal dimulainya konstruksi. Padahal sebelumnya groundbreaking akan dilakukan setelah Lebaran atau paling lambat Juni 2025.
Kemitraan strategis ini dimotori oleh PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) dan AlQilaa International Group dari Qatar. Dalam tahap awal, investor asal Timur Tengah itu dijadwalkan membangun 100.000 unit hunian vertikal dengan nilai investasi mencapai USD 2 miliar. Hunian yang dirancang adalah apartemen atau rumah susun bersubsidi yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya di wilayah perkotaan seperti Jakarta.
Anggota Satgas Perumahan, Bonny, mengungkapkan sejauh ini belum ada kepastian dari pihak Qatar mengenai dimulainya proyek.
"Rencananya mau groundbreaking di Juni. Rencananya," ujar Bonny di Puri Sriwedari Cibubur, Minggu (1/6).
Menurut Bonny, Presiden Prabowo sempat menyampaikan pandangannya dalam rapat Satgas Perumahan pada 9 Mei lalu. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyatakan, Indonesia sebaiknya mengandalkan kekuatan sendiri dalam membangun sektor perumahan, tanpa bergantung penuh pada investor asing.
"Pak Presiden mengatakan adalah lebih baik kita berdiri di kaki kita sendiri daripada investor luar ya. Artinya boleh-boleh saja. Tapi kita harus juga mencari jalan untuk bagaimana membangun," kata Bonny.
Diakui Bonny, Satgas Perumahan sebenarnya telah membuka ruang bagi investor luar, termasuk Qatar, untuk berpartisipasi. Namun, ada beberapa persyaratan yang diminta oleh pihak Indonesia agar investasi tersebut bisa memberi dampak lebih besar terhadap perekonomian nasional.
Salah satunya adalah permintaan agar investor asing, termasuk AlQilaa, menempatkan sebagian dana investasinya di bank dalam negeri.
"Kita memberikan kondisi sebenarnya untuk mereka buka perwakilan dan membuka juga menaruh 10 persen dari rencana investasi itu ke bank lokal," jelas Bonny.
Meski begitu, Bonny enggan berspekulasi lebih jauh apakah persyaratan itu menjadi penyebab tertundanya realisasi proyek dari Qatar. Ia hanya mengatakan, investor meminta waktu hingga Juni, dan pemerintah akan menunggu hingga saat itu.
"Saya enggak bisa bilang seperti itu. Tetapi mereka minta waktu. Katanya di Juni. Kita lihat di Juni," ucapnya.
Di tengah tantangan realisasi ini, Satgas juga tidak menutup pintu untuk peluang kerja sama dengan negara lain. Wamen PKP Fahri Hamzah bahkan disebut baru saja kembali dari kunjungan kerja ke Turki untuk menjajaki potensi investasi serupa.
"Kita juga membuka kepada negara-negara lain. Siapa yang cepat-lah," ujar Bonny.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar