terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Peluang Ekspor RI di Tengah Tantangan Perang Tarif AS-Tiongkok - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Peluang Ekspor RI di Tengah Tantangan Perang Tarif AS-Tiongkok
Apr 30th 2025, 15:24 by kumparanBISNIS

indonesia Eximbank. Foto: Ema Fitriyani/kumparan
indonesia Eximbank. Foto: Ema Fitriyani/kumparan

Ketegangan perdagangan global akibat kebijakan tarif baru antara Amerika Serikat dan Tiongkok, memberikan peluang ekspor Indonesia untuk memperluas pasar.

Kerja sama internasional seperti Trans-Pacific Partnership (TPP), BRICS, dan berbagai perjanjian perdagangan bebas (FTA) menjadi pintu masuk strategis untuk mendorong ekspor nasional.

Market Intelligence & Leads Management Chief Specialist Indonesia Eximbank, Rini Satriani, menjelaskan bahwa komoditas seperti minyak sawit, ikan sarden, gula, dan produk rumah tangga seperti sampo memiliki potensi perdagangan yang belum tergarap maksimal di negara-negara anggota BRICS dan TPP.

Potensinya ditaksir mencapai USD 9,8 juta untuk minyak sawit, USD 23 juta untuk sarden, USD 5,4 juta untuk gula, dan USD 32,9 juta untuk produk rumah tangga.

Menurut Rini, eksportir nasional perlu merespons tantangan proteksionisme global dengan inovasi, eksplorasi pasar baru, serta peningkatan daya saing. Diversifikasi pasar dan pemanfaatan kerja sama ekonomi internasional menjadi langkah penting untuk memperluas akses ekspor.

Market Intelligence & Leads Management Chief Specialist Indonesia Eximbank, Rini Satriani
Market Intelligence & Leads Management Chief Specialist Indonesia Eximbank, Rini Satriani

Indonesia Eximbank, katanya, tak hanya mendukung pembiayaan, tapi juga menyediakan layanan intelijen pasar, analisis buyer, hingga pendampingan untuk meningkatkan kapasitas dan wawasan eksportir.

Salah satu yang didorong adalah kemampuan eksportir dalam mengidentifikasi buyer kredibel dan menjaga kualitas produk agar mendorong pesanan berkelanjutan (repeat order).

Rini juga mengingatkan bahwa perang tarif antara AS dan Tiongkok akan berdampak langsung terhadap sekitar 10 persen ekspor Indonesia ke AS. Dampak tidak langsungnya dirasakan melalui persaingan ketat akibat pengalihan ekspor dan rantai pasok dari Tiongkok ke negara lain, termasuk Indonesia.

Meski demikian, Indonesia tetap optimistis. Ekspor nasional pada Januari–Maret 2025 tumbuh 6,9 persen, ditopang oleh komoditas utama seperti CPO, besi dan baja, serta mesin dan peralatan listrik. Sebanyak 60,5 persen ekspor Indonesia berasal dari lima sektor utama: minyak nabati (12,8 persen), bahan bakar mineral (12,8 persen), besi dan baja (10,3 persen), mesin listrik (6,7 persen), serta kendaraan dan bagiannya (6,4 persen).

Saat ini, produk ekspor Indonesia telah menjangkau 192 negara, dengan 65,8 persen terkonsentrasi pada 10 mitra utama: Tiongkok, AS, India, Jepang, Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Thailand, Taiwan, dan Belanda. Tiongkok dan AS menjadi dua pasar terbesar, menyumbang 33,9 persen dari total ekspor Indonesia.

Untuk memperluas pasar dan produk ekspor, Indonesia Eximbank mendorong pelaku usaha memanfaatkan program pemerintah seperti Penugasan Khusus Ekspor (PKE) Kawasan, yang menyasar negara-negara potensial di Afrika, Asia Selatan, dan Timur Tengah.

"Jika kita mampu memanfaatkan peluang pasar baru dan memperkuat kerja sama internasional, ekspor Indonesia akan terus tumbuh dan memperkuat posisi di pasar global," tutup Rini.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: