terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
KSAD Soal Penanganan KKB Papua: Sekarang Kami Lebih Aktif Kuasai Wilayah - my blog
Apr 30th 2025, 16:17, by Ahmad Romadoni, kumparanNEWS
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak di Panti Asuhan Bait Allah, Kota Medan, Sumut, pada Selasa (7/12). Foto: Tri Vosa/kumparan
Penanganan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua terus jadi pembahasan di Komisi I. Tak cuma soal penanganan gerakan separatis yang dilakukan KKB, tapi juga fasilitas dan dukungan terhadap anggota TNI yang tengah menjalani penugasan di sana.
KSAD mengatakan, dukungan logistik dan fasilitas penjagaan di Papua sangat berpengaruh kepada penanganan KKB. Saat ini, memang ada pola berbeda yang dilakukan prajurit terhadap para KKB.
"Jadi kenapa kita sekarang mulai banyak korban karena sekarang kita sudah lebih aktif untuk menguasai wilayah supaya nanti mudah-mudahan tidak ada lagi pembakaran yang dilakukan oleh mereka, kita bisa meng-cover," ujar Maruli saat rapat bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat pada Rabu (30/4).
Pasukan TNI saat melaksanakan kegiatan pengamanan wilayah mendapatkan serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Foto: Dok. Badarudin Puspen TNI
Maruli bercerita pengalaman memenuhi fasilitas di posko pengamanan Papua. Dengan fasilitas yang baik, prajurit juga lebih siap dalam bertugas.
"Saya masih ingat dulu (menjabat) Pangkostrad dua tahun saya, anggota saya meninggal di pos itu belasan, Pak," ujar dia.
"Dan juga yang juga korban tembak. 2024 tidak ada satu pun korban di pos. Dan mudah-mudahan sampai dengan sekarang tidak ada (korban) di pos pak," sambungnya.
Saat ini, TNI terus berupaya menekan KKB. Kegiatan juga ditingkatkan. Jadi, kata Maruli, jangan heran bila terkesan korban lebih banyak dari biasanya.
"Itu yang sedang direncanakan yang sangat didukung penuh oleh Menhan dan Panglima TNI. Memang risikonya riak-riak ini terkesan akan jadi banyak. Tapi proses ke depannya ini saya meyakini akan jauh lebih baik," tandasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar