terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Toko Kenji Bercerita: Founder Hapkido Indonesia Jual Alat Bela Diri sejak 1993 - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Toko Kenji Bercerita: Founder Hapkido Indonesia Jual Alat Bela Diri sejak 1993
Mar 5th 2025, 15:24, by Pandangan Jogja Com, Pandangan Jogja

Pemilik Kenji Martial Arts Shop sekaligus founder Hapkido Indonesia, Vincentius Yoyok Suryadi ditemui pada Kamis (27/2). Foto: Mulya Irfani/Pandangan Jogja
Pemilik Kenji Martial Arts Shop sekaligus founder Hapkido Indonesia, Vincentius Yoyok Suryadi ditemui pada Kamis (27/2). Foto: Mulya Irfani/Pandangan Jogja

Sejak 1993, Kenji Martial Art Shop telah menjadi salah satu pusat perlengkapan bela diri di Yogyakarta. Toko ini didirikan oleh seorang pelatih taekwondo, yang kini lebih dikenal sebagai founder Hapkido Indonesia, Vincentius Yoyok Suryadi.

Awalnya, toko ini hanya berupa sudut kecil di toko kelontong milik ibunya. "Kenji Martial Art Shop ini kita buka dari tahun 1993, tentu saja dimulai dengan sangat kecil, masih berbarengan dengan toko ibu saya waktu itu," ujar Vincentio, sapaan akrabnya, ditemui Pandangan Jogja pada Kamis (27/2).

Nama Kenji tak sembarang dipilih, Vincentio mengaku nama itu memiliki filosofi. Ia menjelaskan, Kenji diartikan 'ken' itu pedang, 'ji' itu jalan. Dengan kanji yang berbeda, 'ken' dapat pula berarti sehat, 'ji' berarti dua.

"Nama Kenji ini dipilih karena awalnya saya dan istri, waktu itu masih pacaran, kami memulai bisnis ini berdua. Jadi harapannya agar kami berdua tetap sehat dan sejahtera. Lalu tidak lama, muncul komik Kenji. Orang jadi makin ingat sama nama toko ini," kenangnya.

Sebagai pelatih taekwondo saat itu, Vincentio melihat murid-muridnya kesulitan mendapatkan seragam dan perlengkapan latihan. Dari situ, ia melihat peluang bisnis sekaligus cara membantu komunitas bela diri.

Selama lebih dari 30 tahun beroperasi, Kenji Martial Art Shop menghadapi berbagai tantangan. Salah satu yang terbesar adalah perubahan pola belanja masyarakat akibat perkembangan e-commerce.

"Dulu orang sulit mendapatkan barang, tiba-tiba semua bisa online. Maka kita bergeser, melayani pelanggan-pelanggan customize, misalnya untuk klub yang ingin perlengkapan dengan logo atau desain khusus," katanya.

Masa-masa itu menurut Vincentio telah berlalu meski tantangan ke depannya tetap harus siap ia hadapi. Kini, dengan semakin populernya olahraga bela diri di Yogyakarta, Kenji Martial Art Shop merasa telah menghirup angin segar. Tokonya perlahan mulai menjadi tempat singgah atlet bela diri, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

"Mungkin dari zaman dulu, ya, seperti Dede Yusuf, karena saya di taekwondo, jadi banyak yang saya kenal. Sekarang atlet hapkido yang sering mampir di sini," ujarnya.

Kenji Martial Arts Shop di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Ngampilan, Kota Yogyakarta. Foto: Mulya Irfani/Pandangan Jogja
Kenji Martial Arts Shop di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Ngampilan, Kota Yogyakarta. Foto: Mulya Irfani/Pandangan Jogja

Kenji dan Perjalanan Hapkido di Indonesia

Selain mengelola toko, Vincentio juga berperan besar dalam perkembangan hapkido di Indonesia. Menurutnya, cabang olahraga ini sudah ada sejak tahun 50-an seiring dengan kemunculan olahraga taekwondo. Hapkido saat itu belum dikompetisikan. Pada 2011 hingga 2012, ia mulai mempelajari olahraga tersebut dan bertemu dengan presiden hapkido dunia dan diajak untuk membangun hapkido di Indoensia.

"Waktu itu belum langsung terpikir, tetapi pada waktu tahun 2013 saya sudah mulai terpikir, saya coba dulu. Ternyata minatnya bagus, mungkin dari apa ya tren yang baru," kata Vincentio.

Kini, Hapkido Indonesia menjadi salah satu yang terkuat di Asia Tenggara dengan beberapa atlet meraih gelar juara dunia. Bahkan, pada ajang PON terakhir, tim Hapkido Yogyakarta berhasil meraih banyak medali emas.

"Saya membuka di sini nggak mungkin saya ikut tanding sendiri, sehingga pada hari ini Hapkido Indonesia mungkin yang paling kuat di Asia Tenggara, kemudian juga kita sudah punya beberapa juara dunia untuk Hapkido Indonesia. Dan untuk PON yang terakhir kemarin, Yogyakarta cukup bagus meraih banyak medali emas di PON yang baru saja," pungkasnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: