terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Serikat Pekerja Usul Danantara Selamatkan Sritex Lewat Skema Lelang - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Serikat Pekerja Usul Danantara Selamatkan Sritex Lewat Skema Lelang
Mar 5th 2025, 15:30, by Abdul Latif, kumparanBISNIS

Presiden KSPN Ristadi di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Rabu (5/3/2025). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan
Presiden KSPN Ristadi di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Rabu (5/3/2025). Foto: Muhammad Fhandra/kumparan

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Ristadi mengusulkan agar Danantara menyelamatkan PT Sri Rejeki Isman (Sritex) melalui skema lelang atau penyewaan alat berat.

Saat ini kurator Sritex mengupayakan untuk menawarkan investor persewaan alat berat agar pabrik tetap beroperasi.

"Saya harapkan itu ada peluang bisa tidak kemudian nanti melalui proses lelang dilakukan oleh pemerintah melalui investasi dari Danantara, bisa itu. Kemungkinan disitu. Dipanggil lah Erick Thohir," kata Ristadi ketika ditemui di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Rabu (5/3).

Menurutnya, jangan sampai eks pabrik Sritex bernasib sama seperti BUMN PT Industri Sandang Nusantara (Persero) yang akhirnya pailit dan resmi dibubarkan pada tahun 2023 lalu.

"Jangan deh kalau di take over jadi BUMN, pemerintah punya pengalaman buruk gagal mengelola Industri Sandang Nusantara yang akhirnya ditutup kan itu," ucapnya.

Dilanjutkannya, BPI Danantara memungkinkan untuk menginvestasi di perusahaan tersebut mengingat aset pabrik eks Sritex nilainya hanya Rp 9 triliun. Sedangkan, BPI Danantara punya aset awal mencapai USD 900 miliar atau sekitar Rp 14.670 triliun.

Buruh berjalan keluar dari pabrik PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (24/10/2024). Foto: Mohammad Ayudha/ANTARA FOTO
Buruh berjalan keluar dari pabrik PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (24/10/2024). Foto: Mohammad Ayudha/ANTARA FOTO

Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal membocorkan 2 calon investor baru yang berminat mendanai PT Sri Rejeki Isman (PT Sritex) usai dinyatakan tutup permanen pada 1 Maret 2025 lalu.

Said bilang, salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membuka peluang bakal meminang PT Sritex di kemudian hari.

"Saya menamakannya semacam BUMN tekstil, bisa saja bentuknya BUMN tekstil, mungkin ya," ucap Said Iqbal kepada wartawan, secara daring, Selasa (4/3).

Said juga bilang investor asal Thailand juga akan meminang Sritex. "Ada juga investor dari Thailand. Investor Thailand kerja sama," lanjutnya.

Di sisi lain, perwakilan tim kurator PT Sritex Nurma Sadikin menyampaikan opsi sewa alat berat agar perusahaan dapat beroperasi kembali. Nurma juga mengaku tim kurator telah mendapat tawaran dari investor untuk menyewa alat berat itu.

"Dua minggu ini kurator akan memutuskan siapa investor yang akan menyewa terhadap aset Sritex, yang mana ini akan menyerap tenaga kerja yang mana juga ini bisa karyawan yang telah terkena PHK dapat di-hire kembali kemudian oleh penyewa yang baru," kata dia ditemui di Istana Negara, Jakarta, Senin (3/3).

Nurma bilang nantinya investor yang membeli alat berat Sritex akan membuat perusahaan baru. "Kita enggak tau nih PT (nama) apa nanti yang akan kita putuskan dalam tahap negosiasi," tutur dia.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: