terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Lapangan Real Madrid Dikritik, Dianggap Tak Pantas buat 8 Besar UWCL - my blog
Mar 19th 2025, 14:00, by Aji Nugrahanto, kumparanBOLANITA
Pemain Real Madrid Signe Bruun bereaksi usai gagal mencetak gol pada pertandingan Liga Champions Eropa di Stadion Alfredo Di Stefano, Madrid, Spanyol, Selasa (18/3/2025). Foto: Susana Vera/REUTERS
Lapangan Stadion Alfredo Di Stefano yang menggelar leg pertama perempat final Liga Champions Wanita 2024/25 antara Real Madrid kontra Arsenal mendapat kritikan tajam dari berbagai pihak. Kritikan muncul karena lapangan tersebut dinilai sangat tidak layak untuk digunakan.
Stadion Alfredo Di Stefano memang jadi saksi sejarah bagi El Real saat menang untuk pertama kalinya di quarter final UWCL. Real Madrid kalahkan Arsenal dengan skor 2-0, Rabu (19/3) dini hari WIB.
Sayangnya, euforia Madrid itu sedikit tercoreng karena kandang mereka dinilai tak layak menggelar laga penting UWCL.
Pemain Real Madrid Signe Bruun berebut bola dengan pemain Arsenal Steph Catley pada pertandingan Liga Champions Eropa di Stadion Alfredo Di Stefano, Madrid, Spanyol, Selasa (18/3/2025). Foto: Susana Vera/REUTERS
Jika melihat tayangan pertandingan tersebut, lapangan Stadion Alfredo Di Stefano memang cukup buruk. Sekilas terlihat banyak area yang rumputnya sudah menipis terutama di bagian tengah lapangan serta di depan kedua kotak penalti. Titik-titik tersebut memang menjadi area yang dominan untuk diinjak pemain ketika berlaga.
Situasi tersebut diperparah dengan turunnya hujan di Kota Madrid. Lapangan yang tadinya gundul menjadi becek karena campuran air dengan permukaan tanah.
Beceknya lapangan jelas membuat pemain kesulitan dalam bertanding. Dari beberapa cuplikan, pemain gagal melakukan dribel atau umpan-umpan pendek. Apalagi di area tengah lapangan yang rumputnya sudah rusak.
Pasca pertandingan, Renee Slegers, pelatih Arsenal, ditanya tanggapannya mengenai kondisi lapangan tersebut. Ia pun menyarankan agar laga-laga penting di sepak bola wanita juga harus mendapat perhatian lebih terutama dari sisi venue.
"Tentu saja, cuaca tidak selalu ada dalam kendali kami. Namun, kami telah menyaksikan beberapa pertandingan akhir-akhir ini di mana kondisi lapangan tidak begitu bagus dan saya pikir itulah langkah selanjutnya yang harus dibenahi di sepak bola wanita," kata Slegers dikutip dari The Guardian.
"Kami tahu kondisi lapangannya, jadi kami punya rencana untuk itu. Tapi menjadi sulit karena banyak yang harus dikerjakan dalam satu musim," sambungnya.
Terlepas dari kondisi lapangan yang buruk serta hasil yang kurang memuaskan, Slegers tetap memuji perjuangan pemainnya di lapangan. Dirinya pun lebih ingin fokus menatap leg kedua di London.
"Semua pujian untuk pemain atas usaha dan kerja keras mereka. Kami yakin bisa melakukan sesuatu saat melawan mereka di Emirates karena ini baru leg pertama," kata Sleegers.
Pemain Real Madrid Athenea Del Castillo berebut bola dengan pemain Arsenal Emily Fox dalam pertandingan Liga Champions Wanita di Stadion Alfredo Di Stefano, Madrid, Spanyol, Selasa (18/3/2025). Foto: Susana Vera/REUTERS
Kembali lagi soal lapangan Stadion Alfredo Di Stefano, kritikan tajam juga muncul dari legenda Arsenal dan Timnas Inggris, Ian Wright. Dia bilang lapangan itu memalukan.
"Menonton perempat final Liga Champions Wanita.. lapangan Real Madrid ini lebih buruk dari pada Derby di final Piala Liga (Inggris)," kata Wright dalam Instagram story-nya.
"Ini benar-benar memalukan, lapangan yang harus digunakan bertanding para pemain," tandasnya.
Dalam sepekan terakhir, kondisi rumput yang buruk saat menggelar laga penting sepak bola wanita memang tengah jadi perbincangan hangat. Sebelumnya, Stadion Pride Park yang jadi venue final Piala Liga Inggris antara Chelsea vs Man City juga dikritik karena banyak sisi lapangan yang tandus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar