terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Kodam II Sriwijaya Bakal Sanksi Tegas Anggota Penembak 3 Polisi di Lampung - my blog
Kapendam II Sriwijaya, Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar. Foto : Istimewa
Komando Daerah Militer (Kodam) II/Sriwijaya membenarkan dua anggota TNI dari Kodim Way Kanan, Lampung, telah diamankan usai insiden penembakan tiga anggota polisi di Kabupaten Way Kanan hingga tewas. Keduanya, yakni Peltu Lubis selaku Dansubramil Negara Batin dan Kopka Basarsyah selaku anggota Subramil Negara Batin, kini tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Denpom 23 Lampung. "Ya, memang ada dua orang yang ditangkap, sesuai dengan nama yang beredar. Mereka sudah berada di Denpom 23 Lampung untuk proses pendalaman perkara," ujar Kapendam II Sriwijaya, Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar, Selasa 18 Maret 2025. Eko menegaskan pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap anggota yang melanggar aturan, baik dalam pelanggaran ringan maupun berat. "TNI berkomitmen menegakkan disiplin. Jika terbukti bersalah, mereka akan mendapat sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku," tambahnya. Saat ini, investigasi terus berjalan, termasuk penyelidikan terhadap senjata api yang digunakan dalam penembakan tersebut. "Terkait senjata yang digunakan, masih dalam proses penyelidikan. Perlu ada sinkronisasi dan pengujian lebih lanjut, termasuk kemungkinan keterlibatan senjata rakitan," jelasnya. Dalam kasus ini, muncul dugaan bahwa penembakan terjadi akibat perselisihan dalam arena sabung ayam. Namun, Eko menyatakan bahwa pihaknya masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. "Semua masih dalam proses investigasi. Ada banyak hal yang perlu diuji di laboratorium serta didalami dari keterangan saksi," tegasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar