terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Ahli BRIN Ungkap Awal Ramadan Mungkin Jatuh 2 Maret, Beda dengan Muhammadiyah - my blog
Feb 27th 2025, 13:17, by Wisnu Prasetiyo, kumparanNEWS
Ahli astronomi dari BRIN, Prof Thomas Djamaluddin Foto: Youtube/BRIN Indonesia
Peneliti Astronomi dari BRIN Prof. Thomas Djamaluddin mengungkapkan analisisnya terkait posisi hilal pada 28 Februari 2025 untuk penentuan awal Ramadan 2025.
Menurut Thomas, ada kemungkinan hilal tak memenuhi kriteria di hari tersebut di sebagian besar wilayah Indonesia. Hanya Aceh saja yang memenuhi kriteria.
"Awal Ramadan ini posisi hilal yang memenuhi kriteria itu hanya di wilayah Aceh, di wilayah lain belum memenuhi kriteria," kata Thomas dikutip dari YouTube BRIN Indonesia, Kamis (27/2).
Kriteria yang dimaksud Thomas adalah kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura (MABIMS) yang disepakati tahun 2021. Kriteria ini rinciannya sebagai berikut:
Tinggi bulan: 3 derajat
Elongasi: 6,4 derajat
Umur bulan: 8 Jam
"Tingginya (bulan) memang sudah memenuhi kriteria lebih dari 3 derajat, tapi elongasinya hanya wilayah Aceh yang memenuhi 6,4 derajat, sedangkan wilayah lain belum," kata dia.
"Nah, dalam penentuan awal Ramadan 28 Februari, tinggi bulan di Aceh 4,5 derajat, elongasinya pas 6,4 derajat. Artinya sudah memenuhi kriteria," ujarnya.
Perhitungan itulah yang menyebabkan Kemenag dalam kalender resmi menuliskan bahwa 1 Ramadan jatuh pada 1 Maret.
Meski demikian, hal itu harus dikonfirmasi dalam pengamatan langsung (rukyatul hilal) pada Jumat, 28 Februari atau tanggal 29 Syakban 1446 H.
"Itu akan dibuktikan untuk bahan sidang isbat, rukyat, tanggal 28 Februari," kata Thomas.
Petugas melakukan pemantauan hilal atau rukyatulhilal di Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi DKI Jakarta, Jakarta, Selasa (9/4/2024). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO
Menurut Thomas, jika ada di wilayah selain Aceh yang mengaku melihat hilal pada 28 Februari, kemungkinan akan ditolak dalam sidang isbat karena belum memenuhi kriteria MABIMS.
"Sebut saja di wilayah Jawa, ini di wilayah Jawa sering orang mengaku melihat hilal — banyak perukyat-perukyat di Jawa. Tapi kalau kemudian ada yang mengaku melihat hilal, tapi posisinya di Jawa, kemungkinan pada sidang isbat itu akan ditolak karena memang masih di bawah kriteria (MABIMS). Tetapi yang di Aceh itu sudah memenuhi kriteria," kata Thomas.
Meskipun Aceh sudah memenuhi kriteria, kata Thomas, bisa juga hilal tak terlihat bila terganggu cuaca. "Problemnya kemungkinan cuaca," ujarnya.
Ada Kemungkinan 1 Ramadan Minggu, 2 Maret 2025
Analisis awal Ramadan 2025 menurut Thomas Djamaluddin dari BRIN Foto: Youtube/BRIN Indonesia
Dalam slide yang ditayangkan dalam wawancara itu, dituliskan posisi bulan saat magrib 28 Februari di Banda Aceh yang telah memenuhi kriteria MABIMS dan posisi bulan di Surabaya (Pulau Jawa) yang belum memenuhi kriteria.
Posisi bulan saat magrib 28 Februari 2025 di Banda Aceh:
Tinggi toposentrik: 4,5°
Elongasi geosentrik: 6,4°
Sedikit melebihi kriteria MABIMS: Tinggi >3°, elongasi >6,4°
Posisi bulan saat magrib 28 Februari 2025 di Surabaya:
Tinggi toposentrik: 3,7°
Elongasi geosentrik: 5,8°
Kurang dari kriteria MABIMS: Tinggi >3°, elongasi >6,4°
"Posisi bulan awal Ramadan sulit diamati. Tunggu sidang isbat. Ada kemungkinan 1 Ramadan 1446 = 2 Maret 2025," tulis Thomas.
Analisis awal Ramadan 2025 menurut Thomas Djamaluddin dari BRIN Foto: BRIN TV
Pada slide lainnya, Thomas juga menuliskan kemungkinan 1 Ramadan jatuh pada 2 Maret.
"Berdasarkan analisis garis tanggal, pada saat magrib 28 Februari 2025 di wilayah Indonesia, posisi bulan telah memenuhi kriteria MABIMS di wilayah Aceh. Maka 1 Ramadan 1446 = 1 Maret 2025," tulis Thomas.
Namun penetapan awal Ramadan pada sidang isbat, ada kemungkinan 1 Ramadan 1446 = 2 Maret 2025," lanjut Thomas.
Jika ada kemungkinan 1 Ramadan jatuh pada Minggu, 2 Maret, berdasar analisis di atas, maka ada kemungkinan berbeda dengan awal puasa yang ditetapkan ormas Muhammadiyah.
Muhammadiyah, ormas Islam kedua terbesar di Indonesia setelah NU, telah telah menetapkan awal puasa tahun 2025 jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. Hal ini berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah.
Muhammadiyah menyerukan toleransi bila ternyata awal Ramadan yang mereka putuskan berbeda dengan versi pihak lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar