terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Tips Ajari Anak Mengendarai Sepeda Roda Dua - my blog
Nov 25th 2024, 12:34, by Eka Nurjanah, kumparanMOM
Ilustrasi anak main sepeda. Foto: Thinkstock
Mengajari anak mengayuh sepeda roda dua dapat menjadi pengalaman yang seru. Ya Mond, untuk dapat mengayuh pedal sepeda, anak-anak perlu memiliki keseimbangan yang baik.
Dikutip dari Todays Parent, pakar menilai anak usia 4 tahun umumnya mulai memiliki keseimbangan. Selain itu, anak usia ini juga sudah cukup tangkas, memiliki kaki yang kuat, dan memahami instruksi dasar untuk mengendarai sepeda.
Namun, tidak semua anak memiliki kematangan fisik yang sama. Bahkan beberapa anak usia 6 tahun atau lebih, kadang masih merasa tak siap secara emosional untuk mengendarai sepeda roda dua. Lantas, bagaimana cara mengajari anak bersepeda?
Tips Mengajarkan Anak Mengendarai Sepeda Roda Dua
1. Latih dengan Balance Bike
Jika si kecil masih berusia di bawah 5 tahun, tak ada salahnya bila mengajarkan balance bike atau sepeda tanpa pedal terlebih dahulu.
Ilustrasi anak main sepeda. Foto: Thinkstock
Ya Moms, sepeda model ini mengajarkan anak keseimbangan dan kepercayaan diri.
2. Menggunakan Sepeda yang Sesuai
Pastikan sepeda yang digunakan sesuai dengan kemampuan anak. Misalnya memilih sepeda yang sesuai dengan tinggi badan anak. Pemilihan ukuran ini harus sesuai, artinya ketika mereka duduk di jok, kaki anak dapat lurus ke bawah dan menyentuh tanah.
Jika memungkinkan, keluarkan sedikit lebih banyak uang untuk membeli sepeda yang lebih ringan. Sebab, semakin ringan sepeda akan semakin memudahkan anak belajar. Anda juga dapat memilih sepeda yang dapat berhenti atau mengerem ketika anak mengayuh mundur. Sebab, rem tangan cenderung membuat anak terdistraksi dan tak fokus.
3. Pemilihan Lokasi
Cobalah mencari tempat yang aman dan luas ketika ingin mengajari anak bersepeda. Anda dapat memilih halaman rumah, parkiran yang kosong, taman, halaman sekolah atau lapangan. Mulailah dengan meminta anak Anda berlatih mengayuh dan berhenti dengan meletakkan kaki ke tanah.
Ilustrasi ayah dan anak main sepeda. Foto: Shutterstock
4. Bantu Atur Keseimbangan
Orang tua bisa mulai pegang jok sepeda atau letakkan tangan di pundak bagian belakang untuk membantu mereka menyeimbangkan sepeda. Ketika sudah siap, mintalah mereka mulai mengayuh.
Selain itu, pastikan pula bahwa si kecil melihat ke depan bukan ke tanah. Posisi ini akan membantu mereka menyetir dengan lurus. Berlarilah di samping mereka hingga mereka seimbang dan bergerak dengan kecepatan yang baik.
Jika mereka terjatuh, maka Anda bisa mengajak mereka istirahat dan memberi semangat kembali. Dengan begitu, anak memiliki kemauan untuk kembali belajar.
5. Memulai Sendiri
Setelah mereka terbiasa mengendarai sepeda, ajari mereka 'posisi siap', yakni satu pedal diangkat dan sedikit ke depan dan minta mereka menginjak pedal untuk menggerakkan sepeda tanpa bantuan Anda. Mereka perlu berlatih menambah kecepatan agar tetap tegak.
Ilustrasi ayah dan anak main sepeda. Foto: Shutterstock
Belajar Sepeda Roda Dua Biasanya Berapa Lama?
Belajar mengendarai sepeda bisa memakan waktu satu hari, seminggu, atau bahkan lebih lama. Namun, yang pasti, sebaiknya proses latihan berhenti ketika suasana belajar antara Anda dan anak sedang tidak menyenangkan.
Selama belajar sepeda, sebaiknya anak harus mengenakan pakaian yang aman, pelindung lutut dan siku, serta helm. Pasang pelindung dan helm dengan pas demi keamanan dan kenyamanan anak ya, Moms.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar