terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Survei: 75 Persen Responden Siap Beralih ke Mobil Hybrid - my blog
Nov 17th 2024, 16:37, by Gesit Prayogi, kumparanOTO
Pengunjung melihat mobil Rocky esmart Hybrid di booth Daihatsu pada ajang GIIAS 2024 di GIIAS 2024, ICE-BSD, Tangerang, Kamis (18/7). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Survei kumparanOTO bersama Growth & Marketing Analytics Kumparan menunjukkan masyarakat berpotensi membeli mobil hybrid EV (HEV) dalam tiga tahun ke depan.
Survei kumparan ini dilakukan pada Agustus 2024 dan melibatkan 575 responden dengan pendapatan rumah tangga minimal Rp 15 juta. Adapun pendekatan survei yang digunakan menggunakan Usage and Attitude (U&A) melalui survei online secara kuantitatif, dengan pengambilan data secara non-probability sampling.
Hasil survei memperlihatkan bahwa 75 persen responden memilih opsi "sangat mungkin" dan "mungkin" untuk membeli mobil hybrid EV dalam tiga tahun mendatang. Di mana 49 persen di antaranya menyatakan 'mungkin' dan 26 persen lainnya menyatakan 'sangat mungkin'.
Pada urutan berikutnya, 72 persen responden menyatakan kemungkinan untuk membeli mobil listrik (BEV). Meskipun berdasarkan survei, pembelian mobil berbasis baterai ini masih terkendala beberapa hal termasuk keterbatasan infrastruktur pengisian daya.
Survei ini dilakukan oleh kumparanOTO bekerja sama dengan Growth & Marketing Analytics kumparan. Foto: kumparan
Menariknya, tingkat keyakinan "sangat mungkin" pada BEV lebih tinggi dibanding HEV, dengan 30 persen responden menyatakan 'sangat mungkin'. Ini menunjukkan bahwa minat terhadap mobil jenis ini cukup tinggi, khususnya di kalangan masyarakat yang ingin sepenuhnya beralih dari bahan bakar fosil.
Sementara itu, dibanding hybrid EV dan BEV, potensi pembelian kendaraan Plug-in Hybrid EV (PHEV) mencapai 70 persen responden. Tingkat keyakinan untuk membeli PHEV juga lebih rendah, di mana hanya 25 persen yang menyatakan 'sangat mungkin'.
Rendahnya potensi pembelian kendaraan PHEV ini disebabkan kesenjangan informasi tentang manfaat PHEV dibanding kendaraan elektrifikasi yang lain. Kemudian secara produk, ketersediaan model PHEV juga terbatas.
Preferensi berdasarkan gender dan wilayah
Hasil survei memperlihatkan adanya perbedaan minat berdasarkan gender dan wilayah. Responden laki-laki dan masyarakat di luar Jabodetabek menunjukkan potensi pembelian yang lebih tinggi pada kendaraan HEV dibanding kelompok lainnya.
Di sisi lain, peluang konversi pembelian pada BEV lebih tinggi daripada HEV di wilayah Jabodetabek. Ini menunjukkan bahwa masyarakat di perkotaan yang sudah memiliki infrastruktur memadai lebih siap untuk adopsi kendaraan listrik berbasis baterai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar