terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Ara Mau Siapkan Hunian Layak ke Warga Bandung yang Tinggal di Bawah Tol-Jembatan - my blog
Nov 28th 2024, 14:34, by Moh Fajri, kumparanBISNIS
Kunjungan Menteri PKP Maruarar Sirait beserta Plt. Bupati Cianjur Tubagus Mulyana ke Kawasan hunian tetap pascabencana gempa cianjur tahap III, Cianjur Jawa Barat, Kamis (21/11/2024). Foto: Argya D. Maheswara/kumparan
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengungkapkan akan menata permukiman di Kota Bandung, Jawa Barat.
Nantinya, menteri yang akrab disapa Ara ini akan memberi fokus perhatian ke masyarakat yang masih tinggal di hunian yang tidak layak.
"Kalau tidak salah sekitar tanggal 20-an, ya, ya 20 Desember kita juga akan menata di Bandung supaya teman-teman kita, saudara-saudara kita yang ada di bawah jembatan, di bawah tol, kita berikan tempat hunian yang layak," kata Ara saat penyerahan kunci Rusunawa Pasar Rumput, Jakarta Selatan pada Kamis (28/11).
Proses pemberian hunian yang layak itu juga tidak hanya dilakukan di Bandung, tetapi di Jakarta dan beberapa kota lainnya. Nantinya hunian akan diberikan secara bertahap.
"Mari kita menata Jakarta, menata Indonesia dengan manusiawi. Kita pindahkan yang ada di bawah tol, di bawah jembatan secara bertahap," jelasnya.
Selain itu, Ara juga mengajak Kementerian Sosial (Kemensos) untuk membantu masyarakat tersebut dengan pelatihan-pelatihan keterampilan.
"Bapak Mensos dan Bapak Wamensos juga membantu supaya mereka juga diberikan pendidikan sosial dan juga pendidikan-pendidikan. Supaya mereka juga ada pekerjaan, apakah dilatih potong rambut, dilatih memasak, dilatih refleksi, sehingga juga berguna," ujar Ara.
Ara menilai jika masyarakat sudah memiliki keterampilan dan pekerjaan, maka jumlah rakyat miskin dapat lebih sedikit. Hal itu nantinya juga dapat dilihat dari menurunnya jumlah bantuan sosial (bansos).
"Dengan cara mengurangi kemiskinan. Jadi kita buat program-program yang membuat mereka ada pekerjaan. Tentu kita akan bangga kalau seluruh Indonesia jumlah Bansosnya bukan bertambah, tapi berkurang. Artinya makin sedikit rakyat Indonesia yang miskin," tutur Ara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar