| 100 Tahun AA Navis: Satire yang Abadi dalam Masyarakat Indonesia Nov 25th 2024, 14:28, by Waode Nurmuhaemin, Waode Nurmuhaemin Perjumpaan saya secara pribadi dengan karya A.A Navis, terjadi ketika saya masih duduk di bangku SMA. Saya ingat persis, guru Bahasa Indonesia saya, meminta kami sekelas untuk membuat ulasan karya sastra apa saja yang ada di perpustakaan sekolah. Kami bisa memilih novel, cerpen atau puisi. Saya memilih cerpen yang menurut saya lebih pendek dari novel dan sedikit panjang jika dibandingkan puisi. Waktu itu saya memilih cerpen AA Navis, Robohnya Surau Kami. Saya terpikat dengan ceritanya yang plotwist . Seorang penjaga surau yang saleh, kemudian bunuh diri dengan cara menggorok lehernya sendiri, akibat mendengarkan kisah dari tukang ngibul di kampungnya yang bercerita dan kemudian memanipulasi pikiran si penjaga surau tentang bagaimana di akhirat ternyata orang-orang yang di dunia yang merasa dirinya banyak beribadah kemudian masuk neraka. |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar