terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Suramnya Idul Adha di Gaza: Jangankan Daging, Tepung pun Tidak Terbeli - my blog
Umat muslim Palestina bersiap melaksanakan salat Idul Adha di Khan Younis, Jalur Gaza, Jumat (6/6/2025). Foto: Hatem Khaled/REUTERS
Warga Gaza, Palestina, menggelar salat Idul Adha dengan sederhana. Diberitakan AP, Jumat (6/6/2025), salat Idul Adha digelar di antara reruntuhan bangunan yang hancur akibat serangan Israel.
Idul Adha merupakan salah satu perayaan penting umat Islam. Menyembelih kambing atau sapi merupakan salah satu ritual penting, kemudian dagingnya dibagikan ke penduduk miskin sebagai bentuk amal. Kemudian, masyarakat akan berkumpul bersama keluarga untuk makan bersama.
Sayangnya, hal seperti itu tidak bisa dilakukan di Gaza. Tidak ada daging segar yang masuk ke Gaza selama 3 bulan terakhir.
Israel memblokade pengiriman makanan dan bantuan kemanusiaan lain sebagai langkah mendesak Hamas untuk membebaskan sandera yang masih ditahan di Gaza. Tak hanya itu, hampir semua kambing, domba, dan sapi mati dalam serangan Israel selama 20 bulan terakhir.
Masih ada stok daging yang dijual di dekat kamp pengungsi di Muwasi, selatan pesisir Gaza, namun tidak ada yang bisa membeli daging. Orang-orang datang untuk melihat kambing dan domba, dan juga sapi dan unta.
"Saya bahkan tidak bisa membeli roti. Tidak ada daging, tidak ada sayur-sayuran. Harganya tidak masuk akal," kata salah satu penduduk, Abdel Rahman Madi.Umat muslim Palestina bersiap melaksanakan salat Idul Adha di Khan Younis, Jalur Gaza, Jumat (6/6/2025). Foto: Hatem Khaled/REUTERS
Idul Adha biasanya jadi hari di mana pengusaha dapat keuntungan dari masyarakat yang membeli makanan dan hadiah, namun harga kebutuhan pokok di Gaza meroket karena blokade yang dilakukan Israel. Meski Israel sempat membuka blokade 2 minggu lalu, daging dan buah segar sudah menghilang dari pasar.
Di pasar di kota terdekat Khan Younis, sejumlah toko menjual boneka kambing, jajanan khas bahkan baju bekas, namun, orang-orang tidak bisa membeli barang itu karena harganya yang mahal.
"Sebelumnya, atmosfer Idul Adha sangat terasa, anak-anak bahagia. Tapi dengan blokade tidak ada tepung, tidak ada pakaian, tidak ada kebahagiaan. Kami mencari tepung untuk anak-anak kami. Kami keluar setiap hari untuk mencari tepung dengan harga yang masuk akal, tapi kami menemukan tepung dengan harga yang tak masuk akal," kata Hala Abu Nqeira.
Warga lainnya, Rasha Abu Souleyma, kembali ke rumahnya di Rafah untuk membawa barang-barang yang dia tinggalkan di sana. Dia kembali ke kamp pengungsi di Khan Younis membawa sejumlah pakaian, kacamata plastik berwarna pink, dan gelang yang diberikan kepada dua putrinya sebagai hadiah Idul Adha.
"Saya tidak bisa memberi mereka baju atau yang lain. Saya biasa bawa daging untuk Idul Adha supaya mereka senang, tapi kami tidak bisa membawa daging, dan saya bahkan tidak bisa memberi mereka makan roti," kata Rasha.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar