terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Karding Sesalkan 3 WNI Coba Masuk Makkah Secara Ilegal Hingga 1 Orang Meninggal - my blog
Menteri Kementerian P2MI Abdul Kadir Karding menjenguk Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (1/6/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
Salah satu dari 3 WNI berinisial SM ditemukan dalam kondisi meninggal karena dehidrasi oleh Aparat Keamanan Arab Saudi di area gurun wilayah Jumum, Makkah pada 27 Mei 2025. Sedangkan 2 lainnya berinisial J dan S ditemukan selamat dengan kondisi juga dehidrasi.
Mereka disebut mencoba memasuki Makkah secara ilegal. SM bahkan sempat terkena razia oleh Aparat Keamanan Arab Saudi dan diusir ke kota Jeddah.
Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, menyesalkan insiden itu. Ia mengatakan, perlu membangun tata kelola yang baik untuk mencegah WNI berangkat secara ilegal.
"Ya memang PR besar kita adalah membangun satu tata kelola atau ekosistem yang memungkinkan jangan sampai banyak orang berangkat secara non-prosedural atau ilegal," kata Kadir di Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur, Minggu (1/5).
Karding menuturkan, saat ini Arab Saudi dan Uni Emirat Arab masih berlaku moratorium pengiriman pekerja migran dari Indonesia.
"Kalau hari ini yang belum boleh itu tinggal Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, khusus untuk domestic workers," jelasnya.
Terkait rencana pembukaan kembali pengiriman pekerja migran ke Arab Saudi, Karding menekankan perlunya pertimbangan yang matang.
"Ya tergantung, harusnya kalau pendapat saya pribadi sebaiknya. Tetapi kan kita harus memperhatikan kondisi aspirasi yang ada dalam negeri. Dari anggota DPR, dari para politisi, aktivis. Kita harus masih menimbang-nimbang terus mencari solusi terbaik dalam persoalan," ujarnya.
Terkait pemberangkatan pekerja migran Krarding menyoroti perlunya membangun ekosistem di desa-desa yang menjadi kantong pekerja migran.
Menurut dia, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan, termasuk penegakan hukum yang lebih tegas, penyederhanaan layanan, dan sosialisasi masif.
"Yang ketiga pelayanan di kami sendiri enggak boleh panjang, enggak boleh lama. Kalau lama, problem. Karena orang akan memilih jalan pintas. Yang keempat harus ada sosialisasi masif. Soal pekerja migran. Nah sekarang ada tren baru lewatnya Facebook, lewatnya online. Ini juga harus kita antisipasi," ujarnya.
Karding menegaskan, pihaknya kini memiliki unit siber untuk memantau dan menindak praktik-praktik ilegal tersebut.
"Makanya kita punya siber. Nah ini harus kolaboratif semua pihak untuk membangun tata kelola agar supaya kita bisa mencegah orang berangkat melalui calo atau non-prosedural," katanya.
Ia menambahkan, peluang kerja di luar negeri sebenarnya cukup besar, tetapi harus ditempuh melalui jalur yang benar.
"Sebenarnya kebutuhan tenaga kerja di luar cukup besar. Cuma memang problemnya adalah gimana orang ini berangkat secara benar," pungkasnya.
Sebelumnya, Tiga Warga Negara Indonesia (WNI) ditemukan oleh Aparat Keamanan Arab Saudi di area gurun wilayah Jumum, Makkah, dalam kondisi dehidrasi pada 27 Mei 2025. Satu WNI berinisial SM ditemukan telah meninggal dunia, sementara dua WNI lainnya, yakni J dan S bisa diselamatkan.
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Yusron B Ambary, mengungkapkan sebelumnya SM bersama 10 WNI lainnya terkena razia oleh Aparat Kemanan Arab Saudi dan diusir ke kota Jeddah.
SM yang tiba di Arab Saudi menggunakan Visa Ziarah Multiple memutuskan kembali mencoba memasuki wilayah Makkah bersama J dan S dengan taksi gelap melalui area gurun pasir.
"Dalam upaya nya mencoba masuk kota Mekkah secara ilegal tersebut, ketiga WNI tiba-tiba dipaksa untuk turun di tengah gurun oleh sopir taksi karena takut tertangkap patroli Aparat Keamanan Arab Saudi," kata Yusron melalui keterangan tertulis, Sabtu (31/5).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar