terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Trump Lagi Fokus Batu Bara, RI Mau Salip Kapasitas PLTP AS - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Trump Lagi Fokus Batu Bara, RI Mau Salip Kapasitas PLTP AS
Apr 14th 2025, 13:48, by Moh Fajri, kumparanBISNIS

Proses produksi Green Hydrogen yang dihasilkan dari air kondensasi kegiatan produksi listrik yang dilakukan di PLTP Kamojang, Bandung, Jawa Barat.  Foto: Argya Maheswara/kumparan
Proses produksi Green Hydrogen yang dihasilkan dari air kondensasi kegiatan produksi listrik yang dilakukan di PLTP Kamojang, Bandung, Jawa Barat. Foto: Argya Maheswara/kumparan

Pemerintah Indonesia berniat menyalip total kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Amerika Serikat (AS), yang saat ini merupakan terbesar di dunia. Hal itu menyusul kebijakan Presiden AS Donald Trump yang kembali menggencarkan produksi batu bara, bukan lagi Energi Baru Terbarukan (EBT).

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiyani Dewi, mengatakan Indonesia punya potensi panas bumi terbesar di dunia, yakni 23,74 gigawatt (GW) di 368 lokasi, atau 40 persen dari total potensi di dunia. Namun, kapasitas terpasang PLTP di Indonesia baru 2,68 GW di akhir 2024, bertengger di nomor dua setelah AS.

Sementara itu, AS punya 25 persen total potensi panas bumi dunia, namun kapasitas terpasang PLTP sudah mencapai 3,6 GW. Eniya optimistis Indonesia bisa menyalip angka tersebut, setidaknya dalam 5 tahun ke depan alias pada tahun 2029.

"Dalam 5 tahun ke depan, jadi sampai kabinet ini, insyaallah bisa 1,1 GW. Mudah-mudahan Amerika juga tidak nambah-nambah, aman gitu ya, dan kita bisa menjadi the top of the world," kata Eniya saat konpers Indonesia International Geothermal Convention dan Exhibition (IIGCE) 2025, Senin (14/4).

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, Selasa (11/3/2025). Foto:  Fariza/kumparan
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, Selasa (11/3/2025). Foto: Fariza/kumparan

Eniya menyebutkan target tersebut akan tertuang dalam peta jalan (roadmap) pengembangan PLTP hingga 2029 yang tengah digodok pemerintah.

Pemerintah juga akan merilis Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) terbaru untuk periode 2025-2034. Penambahan kapasitas terpasang PLTP ditargetkan bisa mencapai 5,2 GW dalam 10 tahun ke depan.

RUPTL tersebut sudah dalam tahap finalisasi dan diharapkan bisa meluncur 1 bulan mendatang. Dokumen tersebut sudah ditandatangani oleh Menteri BUMN, Menteri Keuangan, dan Menteri ESDM.

"RUPTL yang baru sampai 2034 itu tambahannya 5,2 GW, yang saya sebutkan tadi, sampai dengan 2029 itu 1,1 GW, di mana dalam waktu 5 tahun kita bisa mencapai target (menyalip AS) 3,6 GW," jelasnya.

Eniya berharap dengan kebijakan Trump yang condong kepada energi batu bara, AS tidak akan meningkatkan kapasitas terpasang PLTP dengan masif. Sehingga Indonesia bisa lebih mudah menyalip.

"Kalau Amerika ini nanti tidak terlalu bergerak karena mereka juga memutuskan untuk ke batu bara ya mudah-mudahan malah dengan adanya itu, kita bisa menyalip di tikungan," tegas Eniya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: