terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Fakta Baru Kasus dr Aulia: Senior PPDS Undip Keruk Rp 1,6 M dari Junior - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Fakta Baru Kasus dr Aulia: Senior PPDS Undip Keruk Rp 1,6 M dari Junior
Apr 30th 2025, 15:29 by kumparanNEWS

dr. Aulia Risma Lestari. Foto: Dok. Undip
dr. Aulia Risma Lestari. Foto: Dok. Undip

dr Aulia Risma, peserta PPDS Anestesi Undip, telah meninggal dunia karena bunuh diri tak tahan dibully oleh seniornya tahun lalu. Almarhumah yang merupakan bendahara angkatan ternyata diminta terima setoran uang di luar biaya pendidikan.

Jumlahnya tak main-main sekitar, Rp 40 juta sampai ratusan juta rupiah per bulan. Sementara peserta PPDS Undip angkatan 2022 sebanyak 10 orang.

"Pengumpulan biaya uang untuk kas angkatan dan kegiatan segala macam itu ada rutin dan di seluruh, kisarannya puluhan sama ratusan juta rupiah. Yang saya kasih di bawah itu adalah contohnya almarhum jadi bendahara di anestesi di Semarang, dia mengumpulkan uang sekitar Rp 1,6 miliar." kata Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam rapat dengan Komisi IX DPR, Rabu (30/4).

Uang-uang tersebut digunakan bukan untuk kepentingan akademik. Melainkan untuk biaya keperluan pribadi para senior.

"Ini datanya diambil dari data PPATK. Ada iuran rutin yang dibayarkan tiap bulan yang ditransfer dari 10 peserta didik kepada yang bersangkutan sebagai bendahara. Kemudian uangnya mengalir ke oknum oknum tertentu," ungkapnya.

Menkes menyebut, pemalakan ini juga terekam dalam grup Jarkom. Grup yang isinya bullying hingga makian senior ke junior.

Bukti bullying PPDS di UNDIP, junior diminta setor uang hingga pesankan tiket hotel. Foto: YouTube/ TVR Parlemen
Bukti bullying PPDS di UNDIP, junior diminta setor uang hingga pesankan tiket hotel. Foto: YouTube/ TVR Parlemen

Praktik ini terungkap lewat laporan ke pihak Kemenkes dalam 3 tahun terakhir.

"Jadi data itu selalu konsisten itu hampir di semua sentra pendidikan ketika pengaduan dibuka, kita kirim tim audit, hampir rutin sama seperti yang ada di Jarkom," kata dia.

"Selain biaya yang di luar pendidikan sampai miliaran ratusan juta itu membuat kenapa pendidikan spesialis mahal. Karena ada behavior-behavior seperti itu. Selain itu, ada juga biaya-biaya pesanan," sambungnya.

Suasana Raker Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kesehatan dan Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (30/4/2025). Foto: YouTube/ TVR Parlemen
Suasana Raker Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kesehatan dan Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (30/4/2025). Foto: YouTube/ TVR Parlemen

Biaya pesanan itu dari mulai untuk biaya hotel hingga tiket pesawat.

"Mulai dari yang sopan, sangat tidak sopan. Baik untuk seniornya maupun ada beberapa lainnya. Data data ini kita dapatkan saat audit, jadi pemesanan hotel, pemesanan tiket, ada yang buat sendiri, berdua. Itu rutin kita dapatkan dari audit," tutupnya.

Sementara itu polisi telah menahan 3 tersangka terkait kasus dr Aulia yang bunuh diri karena tak tahan dibully.

Sudah 3 Orang Ditahan

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, mengatakan tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Kepala Program Studi (Prodi) Anestesiologi Fakultas Kedokteran (FK) Undip dr Taufik Eko Nugroho; Kepala Staf Medis Prodi Anastesi Undip Sri Maryani; dan senior dr Aulia berinsial ZYA.

Artanto mengatakan peran mereka adalah diduga mengumpulkan uang iuran dari mahasiswa PPDS termasuk dari korban. Uang itu merupakan pungutan tidak resmi dan juga dipakai untuk keperluan pribadi mereka.

Sementara peran ZYA adalah diduga merupakan senior yang paling vokal untuk memberikan aturan dan hukuman kepada para juniornya.

Ketiganya ditetapkan atas kasus pemerasan sebagaimana Pasal 368 ayat 1 KUHP, penipuan (378 KUHP), dan pemaksaan terhadap korban (335 ayat 1 kesatu KUHP). Ancaman hukumannya 9 tahun penjara.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: