terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

DPR Usul Hakim di Jawa Ditukar dengan Hakim Daerah, Buntut Adanya Kasus Suap - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
DPR Usul Hakim di Jawa Ditukar dengan Hakim Daerah, Buntut Adanya Kasus Suap
Apr 16th 2025, 17:52, by M Lutfan D, kumparanNEWS

Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir (kiri) dan Wakil Ketua DPR RI Cucun Syamsurijal (kanan) usai rapat paripurna, di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (6/3/2025).  Foto: Alya Zahra/kumparan
Wakil Ketua DPR RI Adies Kadir (kiri) dan Wakil Ketua DPR RI Cucun Syamsurijal (kanan) usai rapat paripurna, di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (6/3/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan

Wakil Ketua DPR Adies Kadir turut menyoroti kasus dugaan suap terhadap empat hakim untuk mengatur vonis lepas sejumlah perusahaan yang tergabung di tiga korporasi terdakwa kasus korupsi ekspor CPO. Adies mengaku prihatin adanya kasus ini.

"Kami tentunya prihatin ya, karena saya pernah buat buku waktu di Komisi III itu. Jadi ini kan para Hakim ini kan wakil Tuhan di bumi. Dan berarti kan mereka semestinya kan harus bersih, harus benar-benar bersih. Dan di luar dari hal-hal yang seperti itu tadi," kata Adies saat ditemui kumparan di Kompleks DPR RI, Rabu (16/4).

Empat hakim yang menjadi tersangka suap tersebut yakni:

  • Ketua PN Jakarta Selatan yang juga merupakan mantan Wakil Ketua PN Jakarta Pusat, Muhammad Arif Nuryanta.

  • Hakim Djuyamto;

  • Hakim Agam Syarif Baharudin; dan

  • Hakim Ali Muhtarom.

Diduga, mereka mendapatkan suap dari perusahaan di bawah naungan tiga korporasi Musim Mas Group, Wilmar Group, dan Permata Hijau Group.

Suap diduga sebesar Rp 60 miliar untuk memvonis lepas para korporasi itu sehingga terbebas dari tuntutan membayar Rp 17 triliun di kasus CPO.

Terkait adanya kasus tersebut, Adies menyebut DPR akan memperketat proses seleksi hakim.

"Iya, seleksinya itu diperketat. Termasuk juga nanti seleksi Hakim Agung itu juga akan kita perketat," kata dia.

Dari segi kesejahteraan hakim juga, pemerintah akan meningkatkannya. Adies menyinggung soal rencana Presiden Prabowo untuk meningkatkan gaji hakim.

"Alhamdulillah ini Presiden sebelum itu sudah melihat gejala-gejala. Makanya dia akan menaikkan gaji terlebih dahulu," ucapnya.

"Mungkin ini feeling-nya Pak Presiden dengan pengalamannya yang luar biasa. Tapi itu harus dibarengi di MA dan di peradilan harus diperbaiki. Ini MA lagi berbenah seluruhnya. Memperbaiki diri baru mulai tapi ini kecolongan," sambungnya.

Kolase 4 hakim tersangka suap: Ali Muhtarom, Agam Syarif Baharudin, Djuyamto, Muhammad Arif Nuryanta. Foto: Fadhil Pramudya/kumparan
Kolase 4 hakim tersangka suap: Ali Muhtarom, Agam Syarif Baharudin, Djuyamto, Muhammad Arif Nuryanta. Foto: Fadhil Pramudya/kumparan

Adies berharap, Mahkamah Agung melakukan perbaikan terhadap hakim lebih cepat. Meski begitu, dia meyakini bahwa masih banyak hakim yang bekerja dengan baik.

"Mungkin ini seperberapanya saja tidak ada mungkin satu persen. Hampir semua hakim baik. 8.000 hakim kurang lebih separuh lebih 60 persen ada di luar daerah dan mereka betul-betul bekerja tidak pernah terkontaminasi hal hal yang tidak baik yang mencoba meracuni mereka," kata dia.

"Mungkin bisa suatu saat ditukar hakim yang di luar itu masuk ke sini yang di Jawa dikeluarin semua biar merasakan semua salah satu usulan kami di Komisi III," pungkasnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: