terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
Feb 13th 2025, 13:02, by Abdul Latif, kumparanBISNIS
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Rapat Kerja (raker) Komisi XI DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (13/2/2025). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menginginkan Indonesia jadi negara yang ramah kripto (crypto-friendly) melalui pembangunan ekosistem yang terintegrasi dan kondusif.
Hal itu diungkap oleh Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) Ototritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi saat rapat kerja (raker) Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (13/2).
"Kita ya berharap Indonesia bisa menjadi negara yang crypto-friendly," sebut Hasan.
Menurut Hasan, Indonesia harus memulai ekosistem kripto yang terintegrasi, hal ini disebabkan karena investor aset kripto semakin banyak. Di mana, per Desember 2024 total investor aset kripto domestik mencapai 22,91 juta investor.
Katanya, melalui penciptaan kepastian hukum dan regulasi, penyederhanaan sistem dan prosedur perizinan, serta membangun sinergi dengan tetap mengedepankan pengelolaan risiko, market conduct yang baik, pelindungan konsumen, dan stabilitas sistem keuangan.
Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
"Terus ekosistem Aset Keuangan Digital (AKD) diharapkan dapat mendorong terciptanya accessibility, affordability, dan ability," katanya.
Selain itu, Hasan mengungkap ekosistem aset kripto juga harus berbasis AKD yang mampu menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, AKD bisa mendorong para pelaku usaha masuk ke dalam rantai pasok perdagangan aset digital global sehingga dapat menjadi katalisator utama pertumbuhan perekonomian di Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar