terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Surya Paloh Sebut Demokrasi Indonesia Kapitalistik, Beban Berat pada Logistik - my blog
Feb 14th 2025, 15:52, by Andreas Ricky Febrian, kumparanNEWS
Ketua umum NasDem Surya Paloh membuka rapat koordinasi nasional dewan pertimbangan NasDem se Indonesia di NasDem Tower, Jakarta pada Jumat (14/2/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
Ketua umum partai NasDem, Surya Paloh menyebut tantangan terberat dalam Pemilu 2024 adalah kebutuhan logistik. Menurut Surya, ini merupakan ciri dari demokrasi kapitalistik.
"(Yang paling berat) Kebutuhan logistik. Negara ini dengan demokrasi kita, demokrasi kapitalistik, liberalisme. Itu nggak boleh kita tutup-tutupin lagi. Itu paling menyedihkan kalau kita menutupi fakta lapangan," katanya saat ditemui di NasDem Tower, Jakarta pada Jumat (14/2).
Dengan demokrasi macam itu, Paloh menyebut demokrasi kita bahkan lebih liberal dari Amerika Serikat. Demokrasi yang ada pada kita, adalah demokrasi absolut katanya.
"Ini demokrasi yang super liberal, lebih liberal dari Amerika. Ini negara ini, negara kita ini hari ini. Ada konsekuensinya dengan kebebasan yang absolut seperti ini. Kita ini gak ada," sambungnya.
Menurutnya, perbedaan Amerika Serikat dan Indonesia ada di sistem Pemilunya. Ia menyebut bila Hillary melawan Trump menggunakan sistem Pemilu di Indonesia, maka Hillary akan menang.
"Kalau di Amerika itu masih dua sistem pemilihannya. Ada elektoralnya, ada popular votenya. Kita satu aja pemilih langsung," ujarnya.
"Ingat ketika Hillary bersama dengan Donald Trump. Kalau di Indonesia yang menang Hillary karena itu dia popular vote. Kita ini langsung. Di sana Trump, di sana itu contoh soal," sambungnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar