terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Wamendagri: Ada Usulan Jarak Pilpres-Pilkada Direvisi Imbas Pemilih Rendah - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Wamendagri: Ada Usulan Jarak Pilpres-Pilkada Direvisi Imbas Pemilih Rendah
Dec 2nd 2024, 16:09, by Ahmad Romadoni, kumparanNEWS

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya memantau TPS 006 di Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/11/2024). Foto: Zamachsyari/kumparan
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya memantau TPS 006 di Kelurahan Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/11/2024). Foto: Zamachsyari/kumparan

Tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada 2024 menjadi sorotan karena dinilai rendah. Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya mengungkapkan, pihaknya membuka kemungkinan adanya revisi sistem pemilu, termasuk jarak pelaksanaan antara Pilpres-Pileg dengan Pilkada.

"[Revisi jarak Pilpres ke Pilkada] Semua masih mungkin, karena usulan-usulan itu masuk ke kami. Usulan memisahkan antara Pilkada dan pemilihan legislatif (Pileg) yang lebih jauh lagi atau memisahkan antara pemilu nasional dan pemilu lokal," ujar Bima di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (30/11).

Bima mengakui partisipasi pemilih pada Pilkada di beberapa daerah menunjukkan tren penurunan. Meski saat ini, penghitungan suara berjenjang masih berlangsung.

"Ya, memang masih kita tunggu data dari teman-teman KPU secara keseluruhan. Memang di beberapa daerah terlihat sekali menunjukkan angka yang berbeda, yang lebih rendah," ucapnya.

Salah satu penyebab rendahnya partisipasi, menurut Bima, adalah kejenuhan masyarakat akibat jadwal pemilu yang terlalu berdekatan.

"Ya, mungkin juga ini dikarenakan ada kejenuhan antara pelaksanaan pileg, pilpres dengan Pilkada, terlalu berdekatan," terang dia.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: