terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Bahlil Bocorkan Skema Pembatasan Subsidi BBM, Bakal Segera Diumumkan Prabowo - my blog
Nov 28th 2024, 12:40, by Muhammad Darisman, kumparanBISNIS
Ketum Golkar Bahlil Lahadalia (tengah), Cagub Jakarta nomor 01 Ridwan Kamil (kiri), dan Sekjen Golkar Sarmuji (kanan) menyampaikan keterangan kepada wartawan usai melakukan pencoblosan di TPS 003 Duren Tiga, Jakarta Selatan, Rabu (27/11/2024). Foto: Fadhil Pramudya/kumparan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan perubahan skema penyaluran subsidi BBM akan langsung diumumkan Presiden Prabowo Subianto.
Bahlil mengungkapkan, dari tiga alternatif skema yang dibahas oleh tim BBM subsidi tepat sasaran yang diketuainya, kemungkinan besar yang dipilih adalah skema blending alias campuran.
"Nanti Bapak Presiden, insyaallah, dengan kami akan mengumumkan, tetapi skemanya ini kemungkinan besar itu blending," ungkap Bahlil saat ditemui di kediamannya, Rabu (27/11).
Dia menjelaskan dengan skema tersebut, penyaluran BBM subsidi tidak hanya berbasis kepada barang, namun akan dicampur dengan skema bantuan langsung tunai (BLT).
"Blending antara ada subsidi barang dan sebagian subsidi BLT. Kenapa ini kita lakukan, agar di samping memang kita menggairahkan daya beli masyarakat, kita juga ingin memastikan bahwa yang menerima ini betul-betul tepat sasaran," jelasnya.
Bahlil menegaskan pemerintah tidak akan mencabut subsidi BBM, namun akan lebih dikhususkan untuk masyarakat kelas menengah ke bawah.
Bahlil membocorkan salah satu kriteria kendaraan yang berhak membeli BBM bersubsidi adalah kendaraan pelat kuning, dalam hal ini angkutan umum. Tujuannya agar tarif transportasi publik tidak ikut terdampak.
"Enggak enak dong pelat hitam dapat, ternyata yang diurus bukan angkutan umum, dia angkutan tambang dia, atau angkutan sawit dia, atau angkutan barang pabrik dia. Masa dikasih solar atau minyak subsidi," tegas dia.
Meski begitu, dia tidak menjelaskan dengan rinci kriteria konsumen BBM bersubsidi lainnya. Dia hanya menyebutkan, data yang digunakan untuk menentukan konsumen yang berhak dikumpulkan dari berbagai sumber.
Hal ini, kata dia, merupakan arahan Prabowo yang ingin data konsumen BBM bersubsidi menggunakan satu sumber. Nantinya, data-data tersebut diselaraskan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
"Datanya gabungan ya, antara data dari Kemensos, data dari Bappenas, data dari PLN, data dari Pertamina, data dari Menko, PMK, digabung satu, kemudian diselaraskan oleh BPS," tuturnya.
Bahlil juga tidak mau membeberkan kapan pastinya perubahan skema BBM subsidi tersebut. Dia berencana bertemu dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk membahas soal skema BLT yang rencananya akan disalurkan terlebih dahulu.
"Habis ini saya akan laporan dengan Menteri Keuangan, untuk yang awal-awalnya mungkin kita dorong dulu untuk bantalan. BLT jalan dulu," ujarnya.
Menurutnya, tujuan BLT tersebut disalurkan agar masyarakat tidak kaget ketika terjadi pergeseran skema BBM subsidi, alias ketika harganya berubah, konsumen yang tidak masuk dalam kriteria masih merasakan keadilan.
"Ini bagian dari strategi agar saudara-saudara kita begitu terjadi pergeseran subsidi, ini kan subsidi-nya nggak dicabut. Ini kan cuma bergeser saja. Angkanya, volumenya semua sama. Supaya apa? Ada keadilan. Ini dalam rangka Pak Presiden Prabowo ingin memastikan bahwa yang berhak menerima itu adalah masyarakat yang berhak," pungkas Bahlil.
Sebelumnya, saat Rapat Kerja Komisi XII DPR, Bahlil menjelaskan terdapat 3 formula atau alternatif yang sudah disiapkan terkait perubahan skema penyaluran subsidi energi, dalam hal ini subsidi BBM dan listrik.
"Formulasi yang pertama adalah apakah ini semua kita alihkan ke BLT kalau ini kita alihkan ke BLT. Maka rumah sakit, sekolah, gereja, masjid yang selama ini mendapatkan subsidi itu berarti tidak dapat, UMKM dan segala macamnya dan transportasi umum," tuturnya.
Kemudian alternatif kedua, lanjut Bahlil, yakni subsidi BBM dan listrik untuk fasilitas umum tetap berupa subsidi kepada barang, selebihnya dialihkan menjadi BLT.
"Alternatif ketiga adalah kita lagi memformulasikan agar sebagian yang disubsidi barang itu bisa dinaikkan angkanya," ungkap dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar