terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Menkes Minta Apindo Jangkau 10 Ribu Posyandu untuk Atasi Stunting - my blog
May 8th 2024, 20:27, by Sinar Utami, kumparanBISNIS
Menkes Budi Gunadi Sadikin di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (8/9/2024). Foto: Widya Islamiati/kumparan
Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang bisa membantu mengatasi masalah stunting secara drastis. Padahal Apindo hanya memiliki anggaran Rp 50 miliar, lebih sedikit dibanding anggaran Kemenkes.
Adapun Apindo memiliki program Gerakan Anak Sehat Kolaboratif Inklusif Pengusaha Indonesia atau GAS KIPAS Stunting. Dalam program ini Apindo bekerja sama dengan Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Gizi (AIPGI) bersama mitra perguruan tinggi Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), dan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED), dengan mengikuti pedoman teknis dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk mengatasi masalah stunting.
Program GAS-KIPAS STUNTING APINDO akan terus dikembangkan hingga tahun 2024 untuk dapat menjangkau lebih dari 150.000 penerima manfaat yang tersebar di lebih dari 1.000 Posyandu di seluruh Indonesia, khususnya di 12 provinsi prioritas penurunan prevalensi stunting nasional.
"Apindo tuh tadi aku lihat angkanya kaget juga, bisa turunnya demikian drastis, padahal anggarannya jauh di bawah anggaran yang sudah kita (Kemenkes) punya. Masalah di Kemenkes Itu kita uangnya banyak, tapi modelnya nggak ketemu," kata Budi di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (8/5).
"Kemarin ada komplikasi mesti ngurus ini itu, ngurus ke Pemda (Pemerintah Daerah). Jadi stunting turunnya pelan. Saya punya PMT (pemberian makanan tambahan 2024) dana Rp 1,9 triliun, aku bisa bayar orang-orang ratusan miliar, tapi itu nggak jadi apa-apa," imbuh Budi.
Menkes Budi Gunadi Sadikin di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (8/9/2024). Foto: Widya Islamiati/kumparan
Sehingga Budi meminta Apindo untuk meningkatkan ekspansi program GAS KIPAS ini untuk menjangkau 10.000 atau lebih Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dari sebelumnya, pada 2024 sebanyak 1.000 Posyandu.
"Tolong bantu saya replicate this model, kan mau 1.000 (Posyandu). Bagaimana kalau 10.000 (Posyandu)?" ujar Budi kepada Apindo.
Di sisi lain, Budi juga meminta Apindo untuk berfokus menjalankan program ini di lima provinsi di Pulau Jawa, dari total perluasan ekspansi tahun ini sebanyak 12 provinsi.
Sementara itu, Ketua Umum Apindo, Shinta W. Kamdani menyebutkan, pihaknya memang akan melakukan perluasan untuk program pencegahan stunting ini.
"Jadi basically kita melihat bahwa untuk scale berikutnya Ini kan kita mau ekspansi ya untuk 12 provinsi. Bisa jadi 10.000 (Posyandu), bisa jadi 100.000 (Posyandu) kan naik terus kan," jelas Shinta dalam kesempatan yang sama, Rabu (8/5).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar