terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Danantara Gandeng ACWA Power Saudi, Teken MOU Rp 162 T untuk Energi Terbarukan - my blog
Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman Al Saud, di Istana Al-Salam, Jeddah, Rabu (2/7). Foto: Kementerian Media Arab Saudi
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) memperkuat langkahnya dalam mendukung transisi energi nasional dengan menggandeng perusahaan energi terbesar di Arab Saudi, ACWA Power. Kedua pihak resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kemitraan strategis senilai USD 10 miliar atau sekitar Rp 162 triliun.
Penandatanganan MoU ini dilakukan bersama Vice Chairman and Managing Director ACWA Power, Raad Al-Saady. ACWA Power sendiri dikenal sebagai perusahaan desalinasi air swasta terbesar di dunia, pelopor dalam transisi energi, dan salah satu pionir pengembangan hidrogen hijau secara global.
Dengan reputasi tersebut, kehadiran ACWA Power diyakini akan membawa pengetahuan, teknologi, serta investasi strategis yang sangat dibutuhkan Indonesia untuk mengejar target net zero emissions pada 2060.
Melalui kerja sama ini, ACWA Power akan menjajaki investasi di berbagai proyek strategis, mulai dari pembangkit energi terbarukan, turbin gas siklus gabungan, hidrogen hijau, hingga proyek desalinasi air. Kesepakatan ini diharapkan menjadi katalis penting untuk memperkuat bauran energi nasional, yang ditargetkan mencapai 34 persen energi terbarukan pada 2034 dan melonjak menjadi 87 persen pada 2060.
Selain dengan Danantara, ACWA Power juga menandatangani perjanjian dengan PT Pertamina. Perjanjian ini berfokus pada pengembangan bersama proyek energi bersih, termasuk pengembangan teknologi untuk proyek energi terbarukan, gas-ke-listrik kumulatif 500MW, proyek hidrogen hijau, serta lini bisnis operasi dan pemeliharaan (O&M). Nilai total pendanaan proyek-proyek bersama ini mencapai USD 10 miliar, mempertegas komitmen Indonesia dalam mempercepat transisi energi dan memperkuat ketahanan energi nasional.
CEO Danantara, Rosan Roeslani, dalam keterangan resmi yang disampaikan melalui akun Instagram pribadinya, @rosanroeslani, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara ini untuk mendorong inovasi dan mempercepat transisi menuju energi hijau.
"Penandatanganan MoU senilai USD 10 miliar atau sekitar Rp 162 triliun ini merupakan bentuk nyata komitmen kami untuk mendukung pengembangan energi terbarukan di Indonesia," tulis Rosan dalam akun Instagram pribadinya @rosanroeslani, dikutip Kamis (3/7).
Dalam pernyataan resminya, Rosan juga menekankan bahwa kolaborasi ini menghadirkan kombinasi modal besar dan keahlian teknis yang sangat dibutuhkan untuk merealisasikan proyek-proyek energi masa depan. Bagi Danantara, kemitraan dengan pemain global seperti ACWA Power menjadi langkah konkret dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain utama dalam peta transisi energi global.
Rosan menyebut, kemitraan ini tidak hanya akan mendukung prioritas nasional di sektor energi, tetapi juga memberikan dampak komersial yang signifikan. Dengan menggabungkan sumber daya nasional dan teknologi mutakhir dari mitra internasional, Indonesia diharapkan bisa menciptakan ekosistem energi yang berkelanjutan, memperkuat ketahanan energi, dan sekaligus menarik lebih banyak investasi asing langsung.
"Kolaborasi kami dengan ACWA Power merupakan langkah penting dalam memposisikan Indonesia sebagai pemain kunci dalam transisi energi global. Kemitraan ini menghadirkan modal dan keahlian untuk mempercepat proyek berdampak tinggi dalam solusi energi surya, hidrogen, dan air terpadu," ungkapnya.
Rosan menyebut, kolaborasi itu mencerminkan komitmen kami yang lebih luas di Danantara Indonesia untuk membina kemitraan jangka panjang yang kredibel yang mendukung prioritas nasional sekaligus memberikan nilai komersial. Dengan menyalurkan sumber daya milik negara ke dalam usaha dengan pemain global yang terbukti, kami bertujuan untuk mengkatalisasi pertumbuhan berkelanjutan, meningkatkan ketahanan energi, dan menarik investasi asing langsung yang berkelanjutan.
"Inilah cara kita bergerak menuju masa depan yang lebih hijau dan lebih sejahtera bersama-sama," tegas Rosan.
Wakil Ketua dan Direktur Pelaksana ACWA Power, Raad Al-Saady, menyatakan antusiasme perusahaannya dalam memperluas peran di sektor energi Indonesia. Menurutnya, kolaborasi ini akan mendukung Indonesia dalam mewujudkan ketahanan energi dan air jangka panjang, serta memperkuat upaya transisi menuju masa depan yang lebih hijau.
Kantor baru Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Foto: Instagram/ @presidenrepublikindonesia
"ACWA Power bangga dapat memperdalam kehadiran kami di sektor listrik dan air Indonesia melalui perjanjian ini. Kemitraan ini mewakili komitmen kami untuk mendukung Indonesia dalam mencapai tujuan ketahanan energi dan air jangka panjangnya, yang berkontribusi pada pengembangan masa depan yang berkelanjutan dan lebih hijau," ujarnya.
Di sisi lain, CEO PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menilai kerja sama ini sebagai langkah strategis yang selaras dengan strategi pertumbuhan ganda perusahaan. Antara lain, menjaga ketahanan energi nasional sembari mempercepat transformasi ke energi rendah karbon.
Menurut Simon, dengan menyatukan keahlian di bidang energi terbarukan, hidrogen hijau, dan infrastruktur berkelanjutan, kolaborasi ini diharapkan membawa dampak nyata bagi masyarakat Indonesia dan memperkuat posisi negara di kancah energi global.
"Pertamina berkomitmen penuh terhadap strategi pertumbuhan gandanya, yaitu memastikan ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi energi. Kolaborasi kami dengan ACWA Power merupakan langkah strategis untuk mewujudkan visi ini. Dengan menggabungkan kekuatan pada energi terbarukan, hidrogen hijau, dan infrastruktur berkelanjutan, kami bertujuan untuk menciptakan nilai nyata bagi kedua negara dan memimpin transformasi kawasan menuju ekonomi rendah karbon," kata Simon.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar