terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Solusi Atasi 400 Siswa di Buleleng Tak Bisa Baca: Pendidikan Khusus-Konseling - my blog
Apr 24th 2025, 14:07, by Wisnu Prasetiyo, kumparanNEWS
Mendikdasmen, Abdul Mu'ti di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi, Jakarta, Kamis (24/4/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyebut langkah-langkah untuk menanggulangi masalah 400-an siswa SMP di Bulelang, Bali, yang tidak bisa membaca. Dari mulai pendidikan khusus hingga konseling.
"Yang pertama, mereka yang memiliki kemampuan yang rendah itu mendapatkan layanan pendidikan khusus. Jadi mereka diberikan semacam remedial atau layanan pendidikan tambahan agar mereka dapat membaca," ujar Mu'ti di Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta Selatan pada Kamis (24/4).
"Kemudian yang kedua adalah bagaimana agar mereka memiliki motivasi yang lebih tinggi dengan bimbingan konseling dari para guru di masing-masing sekolah," sambungnya.
Menurut Mu'ti, langkah-langkah ini sudah mulai dilakukan di sekolah-sekolah terkait.
"Sudah, sudah, sudah dimulai," singkatnya.
Adapun Mu'ti menyebut ada beberapa alasan mengapa anak-anak itu masih belum bisa membaca di usia yang memasuki remaja.
"Satu, yang kami temukan sebagian dari anak itu mengalami disleksia. Yang kedua, juga memang mereka adalah anak-anak yang berkebutuhan khusus," jelas Mu'ti.
Ilustrasi SMP. Foto: Shutterstock
"Yang ketiga, mereka adalah yang berasal dari keluarga yang tidak baik-baik saja begitu. Kemudian yang keempat, memang mereka yang rendah motivasi," sambungnya.
Selain alasan-alasan di atas, Mu'ti menyebut ada faktor pandemi Covid-19 juga menjadi penyebabnya.
"Dan sebagian mereka adalah murid-murid yang memang dalam masa pandemi Covid-19 itu tidak mendapatkan layanan pendidikan yang sebaik-baiknya," ujar Mu'ti.
"Mereka ini kan SMP, sehingga ketika masa Covid-19 tahun 2020-2019 dan seterusnya itu mereka memang tidak bisa belajar karena berbagai hal," sambungnya.
Adapun temuan ratusan siswa tak bisa baca di Buleleng ini menjadi sorotan Komisi X DPR RI. Mereka meminta Kemendiktisaintek untuk menelusuri akar permasalahannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar