terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Sebutan Orang Tua dari Buyut dan Urutannya dalam Keluarga - my blog
Apr 6th 2025, 21:02, by Berita Terkini, Berita Terkini
Ilustrasi sebutan orang tua dari buyut - Sumber: pixabay.com/sasint
Sebutan orang tua dari buyut mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Akan tetapi hal ini cukup dikenal dalam budaya dan tradisi kehidupan Jawa.
Dalam budaya dan tradisi Jawa, urutan dan penamaan garis keturunan sangatlah detail hingga beberapa generasi ke atas. Memahami istilah-istilah ini bukan hanya soal mengenal silsilah, tapi juga bagian dari melestarikan budaya dan menghormati leluhur.
Sebutan Orang Tua dari Buyut adalah Canggah
Ilustrasi sebutan orang tua dari buyut - Sumber: pixabay.com/masbebet
Dalam budaya Jawa, silsilah keluarga dikenal memiliki penyebutan khusus untuk setiap tingkat generasi, baik ke atas (leluhur) maupun ke bawah (keturunan). Ini bukan hanya soal mengenal hubungan keluarga, tapi juga menunjukkan penghormatan terhadap leluhur serta pemahaman akan jati diri.
Semakin tinggi posisi seseorang dalam silsilah, maka semakin besar pula penghormatan yang diberikan. Mengetahui urutan silsilah keluarga akan mengajarkan untuk lebih menghargai dan menghormati orang tua serta leluhur.
Berdasarkan buku Baboning Pepak Basa Jawa, Budi Anwari, (2020), sebutan untuk orang tua dari buyut adalah canggah. Jadi urutannya dalam keluarga adalah sebagai berikut:
Anak
Orang tua (Ayah/Ibu)
Kakek/Nenek (orang tua dari ayah/ibu)
Buyut (ayah/ibu dari kakek/nenek)
Canggah (ayah/ibu dari buyut)
Wareng (ayah/ibu dari canggah)
Udheg-udheg (ayah/ibu dari wareng)
Gantung siwur (ayah/ibu dari udheg-udheg)
Lintang kemukus (ayah/ibu dari gantung siwur)
Lintang kiyamat (ayah/ibu dari lintang kemukus, biasanya disebut sebagai leluhur sangat jauh atau nenek moyang)
Istilah-istilah ini sudah jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari, akan tetapi masih dilestarikan dalam pembahasan budaya dan tradisi Jawa. Setiap tingkatan memiliki makna simbolik yang mendalam, terkait umur, zaman, serta hubungan spiritual dengan leluhur.
Dalam kehidupan masyarakat Jawa, hubungan kekerabatan sangat dihormati. Salah menyebut seseorang atau tidak tahu posisi mereka dalam silsilah bisa dianggap kurang sopan. Dengan memahami sebutan silsilah, masyarakat Jawa bisa menjaga etika dan tata krama dalam pergaulan.
Pada silsilah masyarakat Jawa, sebutan orang tua dari buyut adalah canggah. Walaupun mungkin terlihat kuno atau jarang dipakai sehari-hari, istilah dalam silsilah keluarga Jawa sebenarnya punya makna besar yang masih relevan sampai sekarang. (DNR)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar