terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Pembersihan Tak Pernah Cukup, Sampah Terus Mengalir ke Kali di Kebon Kacang - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Pembersihan Tak Pernah Cukup, Sampah Terus Mengalir ke Kali di Kebon Kacang
Apr 29th 2025, 14:48, by Thomas Bosco Pandapotan, kumparanNEWS

Kondisi rumah padat penduduk di Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (29/4/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
Kondisi rumah padat penduduk di Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (29/4/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Setiap pekan, petugas kebersihan dari kelurahan kerap terjun langsung membawa karung besar untuk membersihkan Kali Krukut di kawasan RT 06/RW 07 dan RT 14/RW 09, Kebon Kacang, Jakarta Pusat — perkampungan padat yang tak begitu jauh dari Bundaran HI.

Meski begitu, hari demi hari, sampah tetap menumpuk dan bau busuk tetap menyeruak dari kali yang kadung tercemar itu.

"Pembersihan bisa tiga sampai empat kali seminggu," kata Rahmat (52), Ketua RT 014 saat dijumpai kumparan sehabis dari kantor kelurahan, Selasa (29/4).

Ayah empat anak ini bahkan mengatakan, kerja bakti membersihkan kali bisa dibilang rutin dilakukan setiap akhir pekan.

"Ada juga kerja bakti gabungan tiap minggu, bareng RT lain di bantaran kali. Tapi ya susah. Warga kebiasaan buang ke kali. Diimbau juga tetap aja ada yang buang," ucapnya.

Kondisi rumah padat penduduk di Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (29/4/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
Kondisi rumah padat penduduk di Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (29/4/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Pengakuan Rahmat itu juga diamini oleh warga dari RT yang ada di seberangnya, RT 06. Kedua RT itu dibelah aliran kali yang tercemar, namun saling terhubung karena ada dua jembatan kecil di sana.

Menurut pengakuan Atik (46), warga RT 06, pembersihan itu kadang terasa sia-sia.

"Suka dibersihin sih, tapi percuma juga. Sampah dari tempat lain ngikut aliran air, makanya sehari dua hari ada lagi," keluhnya.

Kantong plastik berisi sampah-sampah rumah tangga, semua terseret masuk ke sungai yang ada di depan rumahnya. Jika dilihat dari citra satelit aliran kali itu berasal dari Kali Ciliwung.

Mirisnya, Atik melihat sungai itu lebih seperti tempat pembuangan sampah ketimbang aliran air bersih. Ia merasa, karena pembersihan sering terasa sia-sia, warga pun makin tak peduli.

Kondisi rumah padat penduduk di Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (29/4/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
Kondisi rumah padat penduduk di Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (29/4/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Didi (50), warga asal Jawa Timur yang sudah puluhan tahun menetap di bantaran kali, membandingkan keseriusan pemerintah dalam merawat kali itu, dulu dan sekarang.

"Dulu, hampir tiap hari ada petugas bersihin kali. Sekarang enggak tentu," kata Didi.

Ia mengungkapkan bahwa frekuensi pembersihan kini tak bisa dipastikan, baik hari dan waktunya. Ayah satu anak itu hanya memastikan bahwa kegiatan bersih-bersih sungai oleh pemerintah masih terjadi.

Kehidupan di gang-gang sekitar kali yang ada di kawasan padat penduduk Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (29/4/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
Kehidupan di gang-gang sekitar kali yang ada di kawasan padat penduduk Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (29/4/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Namun, menurut pengakuan warga, sampah di kali itu tidak menyebabkan banjir.

Acan (53), warga asli Betawi yang lahir di sana, mengingat banjir terakhir justru terjadi pada tahun 2007. Itu pun karena tanggul jebol.

"Waktu itu banjir sampai sepundak saya," ujarnya.

Menurut pantauan di lokasi, tak ada tempat sampah terlihat di sekitar rumah-rumah di sekitar bantaran kali. Begitu pun di area yang menjauhi kali.

Warga di sekitar bantaran melakukan aktivitas mereka seperti biasa. Ada yang sesekali yang menuangkan air kotor dengan ember ke kali hingga limbah tinja yang terjun lewat pipa-pipa yang bermuara ke sana.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: