terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download

>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:

Hadapi Tarif Impor Trump, Tingkatkan Konsumsi Domestik Saja Dinilai Tak Cukup - my blog

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Hadapi Tarif Impor Trump, Tingkatkan Konsumsi Domestik Saja Dinilai Tak Cukup
Apr 7th 2025, 15:05, by Moh Fajri, kumparanBISNIS

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi. Foto: Dok. Pribadi
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi. Foto: Dok. Pribadi

Pemerintah berniat memperkuat konsumsi dalam negeri sebagai upaya mempertahankan ekonomi nasional di tengah kebijakan tarif impor dari Presiden Donald Trump.

Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, menilai konsumsi domestik saat ini belum mampu sepenuhnya menahan dampak kebijakan tersebut.

"Kelas menengah itu (konsumsinya) mengalami penurunan ya, daya beli masyarakat menengah memang sedang menurun, itu karena banyaknya jumlah PHK dan perusahaan yang sedang bangkrut," ujar Ibrahim kepada kumparan, Senin (7/4).

Ibrahim mencatat stimulus berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang digelontorkan pemerintah masih belum cukup untuk menopang daya beli masyarakat.

"Ditambah lagi penjualan retail dan mobil juga mengalami penurunan, dampak yang luar biasa ngaruh ke siapa? Ya daya beli masyarakat," ujar Ibrahim.

Selain mendorong konsumsi dalam negeri, Ibrahim menyarankan pemerintah membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, termasuk melalui pembentukan lembaga pembiayaan pembangunan seperti Daya Anagata Nusantara (Danantara).

"Pemerintah bisa membuka lapangan pekerjaan yang lebih banyak, pembentukan Danantara itu sebenarnya akan membantu," jelasnya.

Menurut Ibrahim, Danantara berpotensi mendukung pembiayaan infrastruktur dan menciptakan lapangan kerja dalam jangka panjang. Untuk jangka pendek, ia menekankan pentingnya mendukung sektor UMKM dan koperasi.

"(Danantara) Itu dalam jangka panjang, kalau jangka pendek Pemerintah harus mengusahakan UMKM dan kooperasi-kooperasi agar terus berjalan," ujar Ibrahim.

Ibrahim yakin dengan tetap berjalannya UMKM dan koperasi, daya beli masyarakat dapat terdongkrak. Sehingga ekonomi domestik menjadi lebih kokoh dalam menghadapi tekanan global.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad usai acara Gambir Trade Talk 15 di Jakarta Pusat, Rabu (14/8). Foto: Widya Islamiati/kumparan
Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad usai acara Gambir Trade Talk 15 di Jakarta Pusat, Rabu (14/8). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Sementara itu, Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad, menilai penyesuaian kebijakan fiskal penting dilakukan untuk memperkuat konsumsi masyarakat, agar mampu menjadi penopang dalam menghadapi tekanan tarif Trump.

"Jadi harus ada pengeluaran dan kebijakan yang dapat mendukung daya beli masyarakat, termasuk sektor-sektor tertentu seperti pedagang kecil (PKL)," kata Tauhid.

Dukungan terhadap PKL ini diharapkan tidak hanya menjaga konsumsi masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan lebih banyak lapangan kerja.

Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap rendah, di bawah 5 persen, dalam beberapa kuartal mendatang, ditambah tekanan dari kebijakan tarif AS.

"Paling tidak harus berada di-track normalnya yaitu 10 persen, agar konsumsi masyarakat cukup kuat untuk menahan dampaknya," tambahnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo telah merumuskan tiga strategi utama untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional, yakni memperluas mitra dagang, mendorong hilirisasi sumber daya alam, dan memperkuat konsumsi domestik.

Menurut Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Noudhy Valdryno, ketiga strategi tersebut telah disusun sejak awal masa pemerintahan Prabowo dan kini menjadi kunci dalam menghadapi dinamika ekonomi global.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar: