terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Foto: Perajin Tempe di Tanjung Priok Keluhkan Kenaikan Harga Kedelai Impor - my blog
Apr 14th 2025, 13:31, by Syawal Darisman, kumparanBISNIS
Pekerja menyelesaikan pembuatan tempe di Kampung Tempe, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (14/4/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparanKebijakan tarif impor 32 persen yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan menguatnya nilai tukar Dolar AS terhadap rupiah menimbulkan kekhawatiran bagi dunia usaha di Indonesia. Foto: Jamal Ramadhan/kumparanPerajin tempe di kawasan tersebut mengeluhkan kenaikan bahan baku, sementara harga jual di pasar masih tetap sama. Foto: Jamal Ramadhan/kumparanHarga kedelai impor dari Amerika Serikat kini mencapai Rp 1,2 juta per kwintal, dari sebelumnya Rp 950 ribu per kwintal. Foto: Jamal Ramadhan/kumparanKenaikan harga bahan baku tersebut berdampak pada jumlah pendapatan produsen yang mengalami penurunan hingga 25 persen. Foto: Jamal Ramadhan/kumparanFoto: Jamal Ramadhan/kumparanFoto: Jamal Ramadhan/kumparan
Pekerja menyelesaikan pembuatan tempe di Kampung Tempe, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (14/4/2025).
Kebijakan tarif impor 32 persen yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan menguatnya nilai tukar Dolar AS terhadap rupiah menimbulkan kekhawatiran bagi dunia usaha di Indonesia.
Perajin tempe di kawasan tersebut mengeluhkan kenaikan bahan baku, sementara harga jual di pasar masih tetap sama.
Harga kedelai impor dari Amerika Serikat kini mencapai Rp 1,2 juta per kuintal, dari sebelumnya Rp 950 ribu per kuintal.
Kenaikan harga bahan baku tersebut berdampak pada jumlah pendapatan produsen yang mengalami penurunan hingga 25 persen.
Pekerja menyelesaikan pembuatan tempe di Kampung Tempe, Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (14/4/2025). Foto: Jamal Ramadan/kumparan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar