terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
DipTalk: Mengenang Paus Fransiskus, Pemimpin Katolik yang Dekat dengan Islam - my blog
Apr 23rd 2025, 17:01, by Tiara Hasna R, kumparanNEWS
Rohaniawan Katolik, Romo Franz Magnis-Suseno, mengenang Paus Fransiskus sebagai sosok yang membawa gereja lebih dekat ke medan pertempuran kehidupan.
Dalam podcast DipTalk kumparan, Romo Magnis menyoroti peran Paus dalam memperluas makna pelayanan gereja dan memperkuat dialog lintas iman.
"Paus mengatakan, gereja harus seperti rumah sakit di medan pertempuran," ujar Magnis.
Bagi dia, itu bukan sekadar metafora, tapi arah yang dijalankan Fransiskus dalam tindakan nyata—termasuk saat mengunjungi Masjid Istiqlal pada 2021.
Ia teringat satu momen: Imam Besar Istiqlal, Nasaruddin Umar, mencium kening Paus dua kali.
"Paus duduk, dan tangannya dicium. Itu bukan seremoni, itu perjumpaan," kenang Magnis.
Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mencium kening Pemimpin Takhta Suci Vatikan Paus Fransiskus saat berkunjung di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (5/9/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Menurutnya, momen itu menyimpan makna keterhubungan yang dalam antara dua tokoh iman dari tradisi yang berbeda.
Dalam refleksinya, Magnis juga menekankan pentingnya reformasi gereja, yang menurutnya telah dimulai sejak Konsili Vatikan II.
Ia berharap semangat itu terus berlanjut, termasuk dalam keberpihakan terhadap perdamaian dan penerimaan terhadap jemaat dengan orientasi seksual yang berbeda.
"Paus Fransiskus menolak perang. Ia mengutuk kekerasan dan terus menyerukan perdamaian. Saya berharap Paus berikut melanjutkan jalan itu," kata Magnis.
Menurutnya, gereja harus selalu menjadi tempat di mana semua umat—siapa pun mereka—dapat merasa tinggal di rumahnya sendiri.
Apa saja yang bisa diteladani sepanjang 12 tahun kepausan Paus Fransiskus?
Saksikan diskusi hangat bersama Romo Magnis dalam DipTalk ep 38 'Mengenang Paus Fransiskus: Pemimpin Katolik Sederhana yang Dekat dengan Islam' hanya di YouTube kumparan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar