terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
BI Ungkap Dolar AS Sempat Tembus Rp 17.400, Ada Rapat Dadakan saat Libur Lebaran - my blog
Apr 23rd 2025, 18:22, by Angga Sukmawijaya, kumparanBISNIS
Gubernur Bank Indonesa Perry Warjiyo menyampaikan paparan saat konferensi pers hasil rapat Dewan Gubernur di Gedung Thamrin Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (19/3/2025). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
Bank Indonesia akhirnya buka-bukaan terkait kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat Presiden AS Donald Trump mengumumkan perang tarif.
Berdasarkan laporan yang diterima bank sentral, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat menembus Rp 17.400 di pasar offshore seperti Hong Kong dan Eropa.
Dalam situasi yang tidak biasa itu, Bank Indonesia mengambil langkah menggelar Rapat Dewan Gubernur di tengah libur nasional pada 7 April 2025.
"Karena itu kami bisa menstabilkan nilai tukar rupiah yang pada waktu itu pernah mencapai Rp 17.300, bahkan Rp 17.400 di pasar Hong Kong dan Eropa yang kemudian kami stabilkan," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Rabu (23/4).
Menurut Perry Warjiyo, stabilitas nilai tukar rupiah merupakan prioritas utama yang menyangkut stabilitas ekonomi secara keseluruhan. Oleh karena itu, BI tidak ragu mengambil keputusan cepat dan tegas, bahkan di luar hari kerja resmi.
"Alhamdulillah puji Tuhan sekarang stabil di Rp 16.800. Tentu saja kami akan terus melakukan langkah-langkah stabilisasi. Kami terus akan melakukan stabilisasi di pasar NDF," kata Perry.
Menurut Perry, tekanan terhadap rupiah terjadi secara tiba-tiba selama masa liburan karena efek kebijakan resiprokal dari Amerika Serikat yang meningkatkan tekanan di pasar non-delivery forward (NDF) luar negeri. Padahal, sebelum libur panjang, nilai tukar rupiah berada dalam kondisi stabil.
"Tadi kami sampaikan sebelum liburan Ramadan dan Idul Fitri, rupiah itu terkendali dan bagus. Tapi kemudian selama liburan Ramadan terjadi kebijakan resiprokal yang semakin tinggi, dan menimbulkan tekanan-tekanan nilai tukar di luar negeri non-delivery forward," ujarnya.
Seorang petugas menunjukan pecahan Dolar AS dan Rupiah di salah satu tempat penukaran mata uang asing di Kwitang, Jakarta, Senin (9/12/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
BI melakukan intervensi secara aktif di pasar NDF luar negeri, mencakup pasar Asia, Eropa, hingga Amerika. Langkah ini merupakan bagian dari strategi stabilisasi around the clock, around the world.
"Oleh karena itu kami menyelenggarakan Rapat Dewan Gubernur pada 7 April 2025. Kami lakukan rapat Dewan Gubernur secara sah meskipun pada liburan karena kondisi global yang memerlukan itu. Dan kami putuskan untuk melakukan intervensi NDF non-delivery forward di pasar offshore luar negeri, secara berkesinambungan di Hong Kong, di Eropa, di Amerika, secara around the clock, around the world," ujar Perry.
Berdasarkan data BI, nilai tukar rupiah sempat menguat ke level Rp 16.560 per dolar AS pada 27 Maret 2025. Namun selama libur panjang Idul fitri, tekanan global menyebabkan pelemahan di pasar offshore.
Setelah intervensi dilakukan, rupiah kembali menguat ke Rp 16.855 pada 22 April 2025, lebih baik dibandingkan Rp 16.865 saat pembukaan pasar domestik pasca-libur.
Bank sentral juga terus mengoptimalkan instrumen kebijakan lainnya, termasuk strategi triple intervention yang meliputi transaksi spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder.
Instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI juga terus diperkuat untuk menarik masuknya investasi portofolio asing, menjaga likuiditas, dan memperkuat stabilitas nilai tukar.
Dengan komitmen kuat menjaga nilai tukar rupiah dan kestabilan ekonomi nasional, BI menunjukkan respons yang cepat, adaptif, dan proaktif di tengah ketidakpastian global yang terus berkembang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar