terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Houthi: Serangan ke Kapal Perang AS Akan Berlanjut hingga Blokade Gaza Dicabut - my blog
Mar 17th 2025, 13:12, by Tiara Hasna R, kumparanNEWS
Bangunan hancur akibat serangan Amerika Serikat di Saada, Yaman, Minggu (16/3/2025). Foto: Naif Rahma/REUTERS
Kelompok Houthi menegaskan pihaknya akan terus menyerang kapal perang Amerika Serikat dan mengganggu pelayaran Israel di Laut Merah hingga blokade terhadap Gaza dicabut.
Pernyataan ini disampaikan pemimpin Houthi, Abdul Malik al-Houthi, setelah serangan udara AS di Yaman menewaskan sedikitnya 53 orang pada Sabtu (15/3).
"Kami akan merespons musuh Amerika dengan serangan rudal dan menargetkan kapal perang serta kapal angkatan laut mereka," kata al-Houthi dalam pidato yang disiarkan televisi, seperti diberitakan Al Jazeera, Senin (17/3).
Militer Houthi mengeklaim telah meluncurkan 18 rudal balistik dan jelajah serta drone ke kapal induk USS Harry S. Truman.
Namun, Washington belum memberikan tanggapan atas serangan ini.
AS Tak Akan Mundur
Kapal menembakkan rudal ke lokasi yang dirahasiakan, setelah Presiden AS Donald Trump melancarkan serangan militer terhadap Houthi di Yaman, Sabtu (15/3/2025). Foto: Komando Pusat AS/HO/REUTERS
Presiden Donald Trump memerintahkan serangan udara dengan alasan melindungi jalur pelayaran di Laut Merah.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan serangan akan terus dilakukan sampai Houthi menghentikan serangan ke kapal-kapal di wilayah itu.
Kami akan terus menyerang sampai mereka berhenti," kata Hegseth kepada Fox News.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menambahkan, kampanye militer ini akan berjalan sampai Houthi tak lagi memiliki kemampuan menyerang kapal.
Washington juga menuduh Iran mendukung Houthi, meski Teheran membantah keterlibatannya.
Bangunan hancur akibat serangan Amerika Serikat di Saada, Yaman, Minggu (16/3/2025). Foto: Naif Rahma/REUTERS
Eks diplomat AS Nabeel Khoury mengkritik keputusan Trump. Ia menilai serangan terhadap Houthi tidak akan menyelesaikan masalah, karena kelompok itu telah terbiasa menghadapi pengeboman dalam konflik yang berlangsung bertahun-tahun.
"Ini bisa diselesaikan dengan diplomasi, bukan dengan bom," kata Khoury kepada Al Jazeera.
Di tengah ketegangan ini, Sekjen PBB Antonio Guterres menyerukan semua pihak untuk menahan diri.
"Eskalasi lebih lanjut bisa memperburuk ketegangan regional dan memperburuk krisis kemanusiaan di Yaman," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar