terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Apakah Tergulingnya Assad Buah Kegagalan Rusia Lindungi Suriah? - my blog
Dec 9th 2024, 12:16, by Tiara Hasna R, kumparanNEWS
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan dengan Presiden Suriah Bashar al -Assad di Kremlin di Moskow, Rusia. Foto: Sputnik/Vladimir Gerdo/Pool via REUTERS
Presiden Suriah, Bashar al-Assad, dilaporkan telah meninggalkan negaranya setelah pemberontak menguasai sejumlah wilayah strategis, termasuk ibu kota Damaskus.
Assad kini dikabarkan berada di Moskow bersama keluarganya, setelah Rusia memberikan suaka atas dasar "pertimbangan kemanusiaan."
Menurut sumber Kremlin, Assad memutuskan meninggalkan Suriah dengan menginstruksikan transisi kekuasaan secara damai.
"Presiden Bashar al-Assad dan keluarganya kini berada di Moskow. Rusia tidak pernah mengkhianati teman di situasi sulit," ungkap Duta Besar Rusia untuk organisasi internasional, Mikhail Ulyanov, dalam unggahan di Telegram, Minggu (8/12).
Sekutu Assad Terdesak
Presiden Suriah, Assad, kunjungi medan perang di Idlib. Foto: Reuters
Kaburnya Assad, menurut berbagai media dan opini, menyoroti keterbatasan dukungan dari sekutu utamanya, yaitu Rusia, Iran, dan Hezbollah.
Konflik di Ukraina telah mengalihkan fokus Moskow, sementara Iran mengalami kemunduran akibat serangan udara Israel, dan Hezbollah enggan mengerahkan lebih banyak pasukan.
Di sisi lain, pemberontak yang dipimpin kelompok Hayat Tahrir al-Sham (HTS) melancarkan serangan besar-besaran, merebut Aleppo yang meluas hingga Provinsi Hama dan provinsi strategis lainnya.
Situasi semakin sulit bagi Assad ketika Rusia mulai menarik sebagian aset militernya dari pangkalan strategis Tartus di Mediterania.
Hal ini menandai penurunan dukungan militer Moskow, yang sebelumnya menjadi penentu kemenangan Assad dalam perang saudara.
"Rusia hanya mampu memberikan dukungan udara terbatas, sementara Iran telah menarik personelnya dari Suriah," ujar seorang analis militer, seperti dikutip dari Reuters.
Bahkan permohonan Assad untuk bantuan dari Irak tidak mendapatkan tanggapan.
Pangkalan Militer Rusia Terancam
Kendaraan tentara Rusia parkir di Deraa, Suriah, Kamis (9/9). Foto: Yamam al Shaar/REUTERS
Rusia kini berupaya menyelamatkan pengaruhnya di Timur Tengah, termasuk dua pangkalan militernya di Suriah: pangkalan udara Hmeimim di Latakia dan fasilitas angkatan laut di Tartus.
Namun, situasi di sekitar pangkalan ini dilaporkan semakin tegang.
Beberapa sumber menyebut kapal perang Rusia telah menjauh dari Tartus untuk alasan keamanan, sementara pasukan pemberontak mendekati wilayah tersebut.
Seorang blogger perang Rusia, Rybar, menyebut keberadaan militer Rusia di Suriah "hanya bergantung pada seutas benang".
Ia juga menyoroti kurangnya perintah tegas dari Moskow kepada pasukannya di lapangan.
Kegagalan Strategis Rusia
Bashar al-Assad dan Vladimir Putin Foto: Ria Novosti/Kremlin
Intervensi Rusia di Suriah sejak 2015 awalnya dianggap sebagai bukti kekuatan geopolitik Moskow di Timur Tengah.
Tapi, fokus yang beralih ke Ukraina dan tekanan dari negara-negara lain menunjukkan lemahnya strategi jangka panjang Rusia.
"Dukungan Rusia terhadap Assad tidak hanya gagal menghentikan Islamisme ekstrem, tetapi justru memperkuat posisi kelompok seperti ISIS. Kini, Assad tak lagi memiliki basis dukungan yang cukup untuk mempertahankan kekuasaannya," tulis seorang pengamat internasional, seperti dikutip dari Al Jazeera.
Bagi Rusia, penggulingan Assad tak hanya mengisyaratkan kehilangan sekutu, melainkan jadi ancaman terhadap pengaruhnya di kawasan strategis Timur Tengah.
Assad yang merupakan penerus ayahnya, mulai berkuasa pada 2000. Total, dinasti Assad menguasai Suriah selama 50-an tahun. Assad dan ayahnya berkuasa dengan tangan besi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar