terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Aipda Robig, Polisi yang Tembak Pelajar SMK di Semarang, Jalani Sidang Etik - my blog
Dec 9th 2024, 12:15, by Intan Alliva Khansa, kumparanNEWS
Aipda Robig Zaenudin (baju kuning), anggota Satnarkoba Polrestabes Semarang. Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
Polda Jateng akan menggelar sidang kode etik terhadap Aipda Robig Zaenudin (38 tahun), polisi yang tembak siswa SMK 04 Semarang hingga tewas.
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, mengatakan sidang kode etik itu akan digelar pada pukul 13.00 WIB, Senin (9/12). Komisi Kode Etik Polri (KKEP) yang akan menentukan putusan atau hasil sidang tersebut.
"Hari ini akan berlangsung, dihadiri oleh pihak terkait," ujar Artanto.
Sidang kode etik ini digelar untuk menindaklanjuti proses hukum dari laporan aksi penembakan terhadap pelajar di Kota Semarang. Dalam sidang tersebut, Aipda RZ bisa terancam dipecat secara tidak hormat atau PTDH.
"Kalau kode etik ada penurunan pangkat, ada penundaan kenaikan pangkat, penundaan gaji, penundaan sekolah kemudian mutasi bersifat demosi dan terberat adalah PTDH. Tapi ya tergantung dari vonis hakim tapi ancaman terberat itu (PTDH). (Berapa persen bisa di-PTDH) saya tidak bisa menilai, itu nanti hakim," kata Artanto.
Untuk diketahui, GRO (17) siswa SMK 04 Kota Semarang meninggal dunia akibat luka tembak. Ia ditembak anggota polisi Reserse Narkoba Polrestabes Semarang bernama Aipda Robig Zaenuddin.
Korban meninggal dunia pada Minggu (24/11). Siswa anggota Paskibra itu sebelumnya sempat dirawat beberapa jam di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP dr Kariadi Semarang. Ia kemudian dimakamkan di Kabupaten Sragen.
Tak hanya GRO, ada 2 anak lain yang menjadi korban penembakan namun hanya terluka.
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar, mengatakan mereka merupakan gerombolan gangster atau kreak yang sedang tawuran. Anggota yang menembak mereka disebut sedang melerai tawuran tersebut namun akhirnya dilakukan tindakan tegas lantaran mereka menyerang petugas.
Namun pernyataan tersebut dibantah oleh Kabid Propam Kombes Pol Aris Supriyono. Aris mengatakan, penembakan ini justru tidak terkait dengan tawurannya yang disebut dilakukan korban.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar