terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Kisah Anak Rantau yang Harus Relakan Mudik karena Tiket Pesawat Mahal - my blog
Nov 28th 2024, 13:44, by Ema Fitriyani, kumparanBISNIS
Sejumlah calon penumpang pesawat antre di loket lapor diri Terminal 2 keberangkatan domestik Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (30/4/2022). Foto: Fauzan/ANTARA FOTO
Bagi banyak anak rantau, momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) adalah saat yang sangat dinantikan untuk berkumpul dengan keluarga di kampung halaman. Namun, bagi beberapa anak rantau di Jakarta, keinginan untuk pulang harus terkendala harga tiket pesawat yang melonjak drastis. Mereka harus menunda atau bahkan mengubur impian mudik demi alasan yang lebih realistis keuangan.
Nito, seorang karyawan swasta asal Makassar, sudah merencanakan untuk pulang ke kampung halaman saat Natal dan Tahun Baru. Namun, setelah memeriksa harga tiket pesawat, ia langsung merasa kesulitan.
"Harga tiketnya sangat tinggi, jauh lebih mahal dibandingkan tahun lalu," kata Nito kepada kumparan, Kamis (28/11).
Sebagai seorang karyawan dengan gaji yang terbatas, Nito merasa harus bijak dalam mengelola keuangan. Terutama dengan biaya hidup di Jakarta yang tak bisa dibilang murah.
"Memang saya ingin sekali pulang dan merayakan momen tersebut bersama keluarga, tapi saya harus memprioritaskan kebutuhan yang lebih penting," lanjutnya.
Anak mudik naik pesawat. Foto: Shutter Stock
Nito memutuskan untuk merayakan Natal dan Tahun Baru di Jakarta bersama teman-teman sesama perantau. Meski begitu, ia mengakui kebersamaan dengan teman-teman tak bisa sepenuhnya menggantikan suasana perayaan di kampung halaman.
Rina, yang juga bekerja sebagai karyawan swasta, memiliki cerita serupa. Ia sangat ingin pulang ke Yogyakarta untuk merayakan Natal bersama keluarga, sesuatu yang biasanya ia lakukan setiap tahun. Namun, kali ini harga tiket pesawat yang melonjak tajam membuatnya harus menunda niat tersebut.
"Harga tiket untuk sekali jalan bahkan hampir setara dengan penghasilan saya dalam satu bulan," ujar Rina dengan nada kecewa.
Dengan penghasilan yang terbatas dan berbagai tanggungan yang harus ia bayar, Rina merasa tidak ada pilihan lain selain tinggal di Jakarta. "Saya sempat berpikir untuk mencari tiket lebih murah, tapi semua maskapai dengan harga yang lebih terjangkau sudah habis terjual," tuturnya.
Natal, bagi Rina, adalah waktu yang sangat penting untuk berkumpul dengan keluarga. Namun, kenyataan harga tiket yang sangat mahal membuatnya harus merelakan momen tersebut.
"Saya kecewa banget sih, karena Natal adalah saat yang sangat penting untuk berkumpul dengan keluarga," ungkapnya.
Meski tidak bisa pulang, Rina tetap merayakan Natal di Jakarta bersama teman-teman dari Yogyakarta yang juga merasakan hal yang sama.
"Saya tetap merayakan Natal di Jakarta bersama teman-teman dari Yogyakarta yang juga merasakan hal yang sama," kata dia.
Tiket Turun Selama Nataru
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR BPN), Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
Tingginya harga tiket pesawat direspons positif oleh pemerintah. Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut pemerintah bakal menurunkan harga tiket pesawat sebesar 10 persen.
Kompensasi harga tiket pesawat ini berlaku untuk penerbangan selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. AHY mengungkapkan, harga tiket bisa diturunkan berkat kolaborasi dengan Kementerian Perhubungan, Pertamina, Angkasa Pura hingga maskapai domestik.
"Penurunan harga tiket untuk membantu masyarakat kita dan juga menggerakkan ekonomi termasuk pariwisata maka dari semua elemen tadi termasuk menurunkan biaya atau jasa di bandarudaraan termasuk juga avtur dan tentunya fuel surcharge maka bisa dikurangi harga tiket itu kurang lebih 10 persen," ujar AHY dalam keterangan resmi, Rabu (27/11).
AHY mengatakan, pengurangan harga tiket pesawat ini didorong oleh tiga intervensi penting, pertama potongan tarif jasa kebandarudaraan sebesar 50 persen. Kemudian diskon harga avtur sebesar 5,3 persen dari bulan sebelumnya, dan penurunan fuel surcharge untuk mesin jet sebesar 8 persen.
Intervensi ini mampu menekan harga tiket pesawat hingga 9,9 persen, setara dengan penghematan rata-rata Rp 157.500 per tiket.
Berdasarkan data Kemenko IPK, dampak kebijakan ini akan dirasakan oleh seluruh kategori penumpang, mulai dari layanan full-service hingga no-frills. Estimasi penghematan secara keseluruhan mencapai Rp 472,5 miliar selama masa liburan.
"Kita harapkan bisa menjadi kabar baik buat masyarakat yang juga punya keluarga ingin liburan di akhir tahun. Mudah-mudahan ini juga bisa menggerakkan sektor ekonomi kreatif kita," ujar AHY.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar