terunik teraneh terselubung blogspot.com terlucu menarik di dunia tapi nyata dan terlangka aneh22 video gambar ajaib bin ajaib kau tuhan sungguh penuh kuasa unik77.tk unik4u unic77.tk gokil extreme medis kriminal arkeologi antariksa UFO dinosaurus kita flora fauna misteri bumi militer hiburan ekonomi bahasa teknologi sejarah politik tokoh hukum mumi rumor motivasi moral hewan tumbuhan tips trick kuliner otomotif pendidikan galleri musik sms hantu wallpaper artis indonesia foto hot syur panas download
>10.000 artikel menarik ada disini,silahkan cari:
Anggota Komisi I DPR Minta TNI Tak Mudah Terpancing Emosi dengan Perilaku Rakyat - my blog
Nov 25th 2024, 13:52, by Abid Raihan, kumparanNEWS
Anggota Komisi I DPR Fraksi PKS, Sukamta. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
Anggota Komisi I DPR RI dari PKS Sukamta meminta TNI tak mudah tersulut emosi saat menghadapi perilaku rakyat. Ia tak mau konflik Rempang dan konflik Deli Serdang antara masyarakat dan TNI terulang lagi.
Hal ini ia sampaikan saat Komisi I rapat bersama Panglima TNI Agus Subianto beserta KSAL, KSAU, dan Wakil KSAD, di gedung Parlemen, Jakarta pada Senin (25/11).
"Ketika terjadi peristiwa di Rempang saya pikir itu yang terakhir, yang terakhir kali Pak, tapi ternyata terulang lagi itu di Medan," ujarnya.
"Saya berharap betul TNI sebagai pelindung rakyat betul-betul tidak mudah terpancing emosinya oleh perilaku rakyat," tambahnya dengan nada tegas.
Yang dimaksud Sukamta adalah kejadian dugaan penyerangan oleh prajurit TNI di Desa Sibiru-biru, Deli Serdang, belum lama ini. Akibatnya ada 8 warga luka-luka.
Menurut Sukamta, perilaku rakyat itu beragam macamnya. TNI harus lapang dada menerima perilaku tersebut.
"Rakyat itu perilakunya macam-macam, Pak. 100 juta rakyat itu 100 juta perilaku Pak. saya berharap satu TNI ini lapang dadanya, Pak. Tidak mudah terpancing emosinya," tuturnya.
Rapat internal Komisi III DPR RI soal tidak lanjut uji kelayakan dan kepatutan 12 calon hakim agung dan calon hakim Ad Hoc usulan Komisi Yusdisial, Kamis (28/8/2024). Foto: Haya Syahira/kumparan
Sukamta berpendapat, bila TNI menyerang rakyat, maka rakyat akan habis tak berdaya melawannya.
"Sekali terpancing ada kesatuan pasukan terlatih bersenjata di situ datang menyerbu kampung rakyat habis itu kampung. Itu Pak luka rakyat akan lama mengobatinya Pak kepada TNI," ujarnya.
Kepada Panglima, Sukamta meminta ketegasan dalam penindakan para prajurit yang menyerang rakyat.
"Mohon seriuslah kita. Saya tahu itu persoalan yang terisolir itu bukan perintah atasan tapi disiplin anggota ini Pak," ujarnya.
"Bapak-bapak yang di sini pasti lebih tahu cara menegakkan disiplin dan bagaimana caranya supaya tidak terulang kembali," tutupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar